Prihatin Penganiayaan Anak Disabilitas di PLAT Sampai Meninggal, KPPAD Harap Ini Jadi Bahan Evaluasi

Komisioner KPPAD Provinsi Kalimantan Barat Alik R Rosyad turut prihatin atas Meninggalnya satu anak Disabilitas yang berada di PLAT Pontianak

Prihatin Penganiayaan Anak Disabilitas di PLAT Sampai Meninggal, KPPAD Harap Ini Jadi Bahan Evaluasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Komisioner KPPAD Provinsi Kalimantan Barat Alik R Rosyad saat di temui Tribun di rumah duka, Sabtu (27/7/2019). 

Prihatin Penganiayaan Anak Disabilitas di PLAT Sampai Meninggal, KPPAD Harap Ini Jadi Bahan Evaluasi

PONTIANAK - Komisioner KPPAD Provinsi Kalimantan Barat Alik R Rosyad turut prihatin atas Meninggalnya satu anak Disabilitas yang berada di PLAT Pontianak.

Terlebih, meninggalnya anak Disabilitas di PLAT tersebut akibat di aniaya anak yang sedang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Anak yang sudah berhadapan dengan hukum akhirnya malah berhadapan dengan hukum kembali, tentu ini menyedihkan buat kita, memprihatinkan,"ujarnya saat di temui Tribun di rumah duka di wilayah Pontianak Timur, Sabtu (27/7/2019).

Terkait pelaku yang masih di bawah umur, maka sesuai undang - undang, maka pihak KPPAD akan melakukan pendampingan hukum terhadapnya.

Baca: FOTO: Rangkaian Acara Peringatan Hari Lansia di Pontianak

Baca: Peringati Hari Bhakti, Prajurit Lanud Supadio Tabur Bunga di Monumen Pesawat HAWK 100/TL-104

Baca: Pernah Tertangkap Gara-gara Pesta Narkoba, Begini Nasib Aktor Revaldo Sekarang!

"Pada hakekatnya, saat seorang anak menjadi pelaku kejahatan, anak juga menjadi korban, itu prinsipnya, korban dari mana ya mungkin pola pengasuhan yang tidak tepat, korban dari lingkungan masyarakat yang tidak kondusif, korbandari sistem tidak ramah anak, termasuk korban ketika kondisi didalam itu tidak kondusif,"ungkapnya.

Ia berharap ini dapat dijadikan sebuah momentum pembenahan dan revitalisasi untuk penanganan anak yang sedang berhadapan dengan hukum yang di pusatkan di Pusat Layanan Anak Terpadu atau PLAT.

"korban secara Formal bukan anak berhadapan dengan hukum (ABH), dan tidak ada sanksi hukumnya tetapi mungkin ada hal - hal lain yang menjadikan alasan kenapa anak ini ditempatkan disana,"katanya.

Alik mengatakan bahwa kejadian ini dapat terjadi dimana saja dan menimpa siapa saja, tetapi di harapnya kejadian ini tidak akan terulang kembali.

"Nah, bagaimana agar ini tidak terulang, ini yang harus kita diskusikan dan evaluasi, semua stakeholder yang berkepentingan terhadap PLAT ini, disana ada Dinas Sosial, ada Kepolisian, ada kejaksaan dan Bapas, bagaiman pengelola PLAT ini tidak hanya menjadi beban dinas Sosial, tetapi semuanya harus punya kontribusi dan juga bertanggung jawab,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved