Tradisi Ruah Amping di Teluk Keramat Dicanangkan Masuk Agenda Kabupaten Sambas

"Jadikan ini khasanah budaya kita, dan harus terus kita lestarikan dan jangan sampai anak cucu kita tidak bisa lagi menikmatinya di kemudian hari,"

Tradisi Ruah Amping di Teluk Keramat Dicanangkan Masuk Agenda Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Masyarakat Dusun Sebadi, Desa Trimandayan saat menumbuk Amping, dalam rangkain merayakan Tradisi Ruah Amping, Kamis (26/7/2019). 

Tradisi Ruah Amping di Teluk Keramat Dicanangkan Masuk Agenda Kabupaten Sambas

SAMBAS - Camat Teluk keramat Budi Santoso menuturkan, kegiatan Tradisi Ruah Amping harus diambil hikmahnya karena bisa menyambung tali silaturahmi. 

"Bersyukur kita bisa hadir untuk menjalin silaturahim dalam rangka memperingati hari Ruah Amping 2019 ini," ujarnya, Kamis (25/7/2019).

Dalam kesempatan itu, Budi bersyukur karena tradisi tahunan Masyarakat Dusun Sebadi Desa Trimandayan, Kecamatan Teluk Keramat, itu telah masuk agenda Kabupaten.

Sehingga Nantinya kegiatan itu akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Baca: Disdikbud Sambas Gelar Tradisi Ruah Amping 2019, Gandeng Sanggar Rumah Budaya Mekar Setaman

Baca: Hadiri Tradisi Ruah Amping di Sambas, Ibrahim Nilai Indonesia Negara Agraris Kaya Adat Budaya

"Dan Alhamdulillah ini juga sudah masuk agenda Kabupaten, sebagai warisan budaya non benda yang di peringati setiap tahun," katanya.

"Maka semakin banyak budaya, maka semakin banyak juga silaturahmi yang bisa kita jalani," tuturnya. 

Ia pun meminta, agar khasanah kebudayaan seperti Tradisi Ruah Amping itu bisa terus dijaga dan dilestarikan.

Ia katakan, itu akan menjadi warisan yang sangat berharga bagi anak cucu di masa depan. 

Baca: Dinkes Sambas Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Operasi Bibir Sumbing di RSUD Sambas

Baca: Dapat Info dari Bidan, Marini Bergegas Bawa Buah Hatinya ke Operasi Bibir Sumbing di RSUD Sambas

"Jadikan ini khasanah budaya kita, dan harus terus kita lestarikan dan jangan sampai anak cucu kita tidak bisa lagi menikmatinya di kemudian hari," katanya. 

Ia pun berpesan, hasil panen yang melimpah itu bukan hanya hasil kerja keras satu orang.

Tapi kerja keras semua pihak dan tidak lupa andil sang pencipta di dalamnya. 

"Karena setiap keberhasilan, itu bukan hanya kerja satu orang tapi ini adalah kerjasama kita semua. Dan jangan lupa berterima kasih kepada Allah Subhanallah wataalla," tutup Budi. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved