Pemkab Mempawah Ajukan Penambahan Formasi CPNS, Guru dan Tenaga Kesehatan Prioritas

"Kalaupun ada rekrutmen CPNS di tahun 2019, setidaknya kita punya gambaran jumlah formasi sebanyak 155," ucapnya.

Pemkab Mempawah Ajukan Penambahan Formasi CPNS, Guru dan Tenaga Kesehatan Prioritas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Sekda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah H. Ismail saat diwawancarai, Selasa (2/3/2019). 

Pemda Kabupaten Mempawah Sudah Ajukan Penambahan Formasi CPNS, Guru dan Tenaga Kesehatan Masih Jadi Prioritas

MEMPAWAH - Terkait kurangnya tenaga guru baik itu Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mempawah, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah mengajukan penambahan formasi guru dalam seleksi CPNS yang akan datang ke Pemerintah Pusat.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Drs Ismail, di mana dia menegaskan bahwa untuk kebijakan penambahan formasi CPNS itu adalah kewenangan pemerintah pusat.

Berkaca dari pengalaman tahun 2018 kata dua, jumlah formasi CPNS di Kabupaten Mempawah yang diterima berdasarkan Batas Usia Pensiun (BUP).

"Di tahun 2018 BUP kita 144, jadi kita mendapat formasi CPNS sebanyak 144 formasi, dan itu lebih di prioritaskan kepada tenaga guru dan tenaga kesehatan," ujarnya, Jumat (26/7/2019).

Baca: Guru SD dan SMP di Mempawah Masih Kurang, Masyarakat Harap Ada Penerimaan CPNS di 2019

Baca: Polres Mempawah Titik Beratkan Operasi Bina Karuna 2019 di Empat Desa Rawan Karhutla

Di tahun 2019 ini, Ismail menjelaskan, jika pihaknya masih mengacu kepada jumlah pegawai yang masuk dan pensiun berdasarkan BUP tadi Pemda sudah punya database sebanyak 155 formasi.

"Kalaupun ada rekrutmen CPNS di tahun 2019, setidaknya kita punya gambaran jumlah formasi sebanyak 155," ucapnya.

Kendati demikian kata Ismail, Pemda juga masih berupaya untuk meminta tambahan formasi, dan Pemda hanya bisa menunggu apakah disetujui atau tidak karena semuanya adalah kewenangan pemerintah pusat.

"Terkait ada atau tidak seleksi CPNS di tahun 2019 ini kita masih belum tau, tapi jika ada dibuka kita siap melaksanakan sesuai dengan peratuan yang berlaku," ujarnya.

Beberapa waktu lalu kata Ismail, Pemda sudah mengajukan penambahan formasi CPNS.

Baca: Polres Mempawah Kedepankan Pencegahan Dibanding Penindakan di Operasi Bina Karuna 2019

Baca: Kapolres Mempawah Dilematis Peneggakkan Hukum Pembakaran Lahan

"Jumlah yang di ajukan jangan sampai terlalu berlebihan, kita juga tidak bisa meminta penambahan sampai 100 persen, jika di proyeksikan hanya sekitar 10 persen saja yakni sebanyak 170 formasi yang di ajukan," ungkapnya.

Karena kata dia, berapapun yang kita ajukan, jika pemerintah pusat tidak menyetujui akan sia-sia juga, makanya apa yang kita ajukan itu harus di persentasekan dan melalui pengkajian teknis dari BKD Kabupaten.

Baca: Kemenpan RB Kembali Buka Formasi CPNS Akhir Tahun ini, Pemkot Pontianak Usulkan Ratusan Formasi

Ismail memastikan Pemda masih mengedepankan formasi tenaga guru dan kesehatan untuk seleksi CPNS berikutnya. Dia menjelaskan bahwa dari total 170 formasi yang di ajukan itu mencakup dua klasifikasi yakni CPNS dan P3K.

"Sebenarnya kita di daerah ini masih banyak kekurangan tenaga guru, karena kita bergantung kepada kebijakan di pusat, mau tidak mau kita harus mengikuti," pungkasnya

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved