Pokja Harap Kasus KPU Landak Jadi Pembelajaran Bagi Komisioner Lain

Artinya harus ditindaklanjuti sesuai tingkatan dan jenis pelanggarannya jika ada, harusnya seperti itu

Pokja Harap Kasus KPU Landak Jadi Pembelajaran Bagi Komisioner Lain
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Ketua Kajian dan Advokasi Masyarakat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat. 

Pokja Harap Kasus KPU Landak Jadi Pembelajaran Bagi Komisioner Lain

PONTIANAK – Ketua Kajian dan Advokasi Masyarakat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat berharap kasus yang menimpa KPU Landak dapat menjadi pembelajaran untuk komisioner KPU lainnya.

Seperti yang diketahui, KPU Landak diduga tidak menindaklanjuti putusan Bawaslu tentang Pelanggaran Administratif Penyelenggara Pemilu.

Secara regulasi, kata dia, selalu ada ruang yang disediakan oleh Undang-Undang untuk menangani, menindaklanjuti dan menyelesaikan berbagai dugaan pelanggaran dan kecurangan.

Baca: Polda Kalbar Dalami Dukcapil Yang Terbitkan Identitas Palsu Pengantin Pesanan Tiongkok

Baca: Perguruan Tinggi Kalbar Bersaing Kenalkan Inovasi Produk Lokal

"Artinya harus ditindaklanjuti sesuai tingkatan dan jenis pelanggarannya jika ada, harusnya seperti itu. Komisioner KPU dalam setiap melakukan tindak harus berlandaskan hukum atau PKPU yang sudah ada," katanya, Kamis (25/07/2019).

Maka dari itu, lanjutnya, kejadian yang ada mestinya menjadi bahan pembelajaran bagi komisioner lain dalam melakukan tugas tugasnya sebagai penyelenggara pemilu. 

"Komisioner harus tau mana yang harus ditindaklanjuti mana yang tidak itu harus tau batasan batasannya. Dan jangan sampai ada unsur kesengajaan dalam menindaklanjuti kasus kasus yang ada. Apalagi kasus tersebut sudah di rekomendasi oleh bawaslu untuk ditindaklanjuti," tuturnya. 

Tentunya, lanjut Yadi, Bawaslu merekomendasi kasus tersebut sudah memenuhi syarat formil dan materil untuk di tindaklanjuti KPU. 

"Jadi kita berharap kejadian ini agar menjadi bahan pembelajaran bagi komisioner lain," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved