Minim Air dan Penerangan, Orangtua Murid Berharap Dinas Pendidikan Beri Perhatian ke Sekolah

Minim Air dan Penerangan, Orangtua Murid Berharap Dinas Pendidikan Beri Perhatian ke Sekolah.

Minim Air dan Penerangan, Orangtua Murid Berharap Dinas Pendidikan Beri Perhatian ke Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Tumpukan Bangku di toilet SDN 42 Pontianak, Jl Ampera 

Minim Air dan Penerangan, Orangtua Murid Berharap Dinas Pendidikan Beri Perhatian ke Sekolah

PONTIANAK - Orangtua siswa berharap Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan Kota Pontianak memberikan perhatian lebih pada sekolah, terutama pada fasilitas toilet.

Nur, satu di antara orangtua siswa SDN 03 Pontianak mengakui, toilet yang ada di sekolah anakanya adalah bangunan tua dengan kondisi kurang bersih.

"WC itu sudah lama, dari zaman saya sekolah dulu dan keadaannya tidak bersih. Yang penting ada yang bersihkan dan mantau kebersihan WC. Kalau kotor ada yang bersihkan, kalau tidak ada air diisi. Mungkin bisa layak dipakai," ujar Nur yang anaknya bersekolah di kelas 4.

Diakuinya, kendala WC di SDN 03 Pontianak saat ini adalah air dan petugas kebersihan.

"Karena memang tidak ada yang fokus bersihkannya. Seharunya tidak perlu kontrol karena memang sudah jadi tanggung jawab petugas bersihkan WC," ujarnya.

Toilet yang yang berada di bagian belakang sekolah, kata Nur, juga tak layak digunakan lantaran sudah miring.

“Nda layak, karena mau roboh. Orangtua siswa juga kadang ngeluh karena tidak ada air," ungkapnya.

Keran yang ada di delapan toilet bagian depan sekolah semuanya tak berfungsi. “Baknya kecil, untuk satu orang pakai akan habis airnya. Saran saya, kalau buat WC, bak harus besar kayak di rumah. Harapan kita ke depan ada pembangunan WC lagi," jelas Nur.

Orangtua siswa SDN 24 Pontianak, Jl HM Swignyo menilai kondisi toilet di sekolah anaknya belum sepenuhnya bersih. Namun ia memakluminya, lantaran siswa SD belum memiliki kesadarandalam hal kebersihan.

Baca: Aparat Desa Sungai Deras Sambut Baik Mahasiswa KKL 2019

Baca: Hari Ini, Cuaca Kayong Utara Diperkirakan Berawan

"Bagian lantai WC kotor itu biasa. Mungkin karena anak memang kurang dalam rasa memikili. Kadang sepatu kotor langsung masuk WC. Tapi biasanya ada guru yang rajin membersihkannya langsung. Guru seperti itu bisa dikategorikan guru teladan," ujarnya.

Diakuinya kebersihan toilet sangat perlu. "Ketersediaan WC dengan jumlah siswa belum memadai. Satu WC biasa digunakan untuk belasan anak. Mungkin karena sekolah tidak memadai mendapatkan dana bantuan," ujarnya.

Orangtua siswa SDN 42, Jl Ampera juga berharap sekolah memperbaiki kondisi toilet. "Anak-anak takut kalau mau buang air di sini, soalnya gelap banyak sampah juga," ujar Siti.

Orangtua lainnya, Anna, juga berharap toilet diberi penerangan cukup dan air harus terisi penuh.

"Yang penting air penuh. Ini juga gelap sekali. Dulu anak saya nahan buang air sampai pulang karena toiletnya kotor," ungkap Anna saat diajak melihat kondisi toilet.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved