KPU Bengkayang Usulkan Rp 40 Miliar untuk Pilkada, Pengamat: Harus Berbanding Lurus dengan Kualitas

Lebih daripada itu, pendidikan bagi pemilih tidak boleh lagi menjadi second commitment untuk mencapai proses pilkada yang berkualitas.

KPU Bengkayang Usulkan Rp 40 Miliar untuk Pilkada, Pengamat: Harus Berbanding Lurus dengan Kualitas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pengamat Politik Untan, Ireng Maulana MA 

KPU Bengkayang Usul Rp 40 Miliar untuk Pilkada, Ireng Maulana: Harus Berbanding Lurus Dengan Kualitas

PONTIANAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkayang dikabarkan mengajukan dana sedikitnya Rp 40 miliar untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 nanti. 

Rencana inipun mendapat tanggapan Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana. 

Berikut analisanya, Rabu (24/07/2019): 

"Kepentingan moral KPU Bengkayang terhadap usulan dana Pilkada 2020 sebesar 40 Milyar adalah memastikan biaya yang besar berbanding lurus dengan kualitas pemilihan di daerah. Kinerja mencerminkan input yang didapatkan. 

Pertama, publik mengharapkan partisipasi pemilih semakin meningkat baik dibandingkan partisipasi pada Pemilu 2019 karena secara psikologis agenda memilih Bupati lebih dekat dengan kepentingan masyarakat yang mengharapkan perbaikan kepemimpinan di Kabupaten Bengkayang. Seharusnya, antusiasme masyarakat dapat di ikat untuk berpartisipasi dengan baik dalam Pilkada nanti. 

Baca: Pemkab Bengkayang Berikan Pelatihan Pada Penyuluh Pertanian

Baca: KPU Bengkayang Ajukan Anggaran Rp 40 Miliar Untuk Pilkada

Selanjutnya, kesempatan untuk dapat memilih lebih mendapatkan prioritas sehingga penduduk Bengkayang yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih dapat menggunakan haknya secara penuh, termasuk komitmen dalam pemutahiran data pemilih yang mungkin akan muncul pemilih baru pada 2020 mendatang. 

Ketiga, membangun narasi komunikasi tentang pentingnya memilih pemimpin dengan menghayati kualitas kandidat bagi dari aspek visi, misi dan program kerja maupun rekam jejak mereka sebagai calon yang akan dipilih oleh masyarakat, pola komunikasi semacam ini krusial dilakukan demi mengantisipasi pengarusutamaan opini dan isu yang berlatarbelakang sentimen identitas.

Lebih daripada itu, pendidikan bagi pemilih tidak boleh lagi menjadi second commitment untuk mencapai proses pilkada yang berkualitas. 

Selama ini, Pendidikan bagi pemilih dianggap kegiatan yang harus di gugurkan syaratnya tanpa perencanaan dan eksekusi serius sehingga mampu membangun kecerdasan masyarakat pemilih sebagai bagian dari Pilkada Itu sendiri. 

Baca: LPJ APBD 2018 Bengkayang Telah Diserahkan

Baca: Kejati Kalbar Masih Kejar 10 DPO, Sudah Terima SPDP Tipikor Bengkayang dan Melawi

Keempat, publik dengan segala keterbatasannya mendapatkan seluas-luasnya informasi yang berhubungan dengan Pilkada, dan dengan fungsinya KPU Bengkayang mampu mengatasi persoalan penguasaan informasi tentang Pilkada hingga kepada lapisan masyarakat yang sulit sekali mendapatkan akses. 

Terakhir, pemanfaatan teknologi informasi seharusnya sudah menjadi bagian dari perencanaan dari KPU Bengkayang demi untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tuntas sehingga publik memiliki saluran berkomunikasi yang langsung dan mendapatkan feedback yang real time. 

Selanjutnya, kepentingan etis KPU Bengkayang dengan dana yang tidak sedikit tersebut adalah menghadirkan proses pemilihan yang transparan dan akuntabel sehingga integritas  penyelenggara pemilu di daerah dapat menumbuhkan kepercayaan publik. 

Dukungan publik supaya KPU Bengkayang menjalankan tanggungjawab mereka secara bersih dan independen tentu saja akan semakin menguat ketika mampu memperlihatkan komitmen tersebut. 

Sebaliknya, kekecewaan publik akan semakin mempersulit kerja KPU Bengkayang untuk mempersembahkan proses pemilihan yang berkualitas di Kabupaten Bengkayang

Tanpa kualitas pemilihan, maka akan sulit menghasilkan regenerasi kepemimpinan yang berkualitas pula. Seharusnya dengan dana yang besar tadi proses demokratisasi secara baik dapat diantar oleh Publik Bengkayang,". (dho)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved