Gelar Nobar Film Dua Garis Biru, Kepala BKKBN: Bisa Jadi Alat dan Media Edukasi

(BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Nonton Bareng Film Dua Garis Biru bersama komunitas Remaja, Pelajar, Mahasiswa,..

Gelar Nobar Film Dua Garis Biru, Kepala BKKBN: Bisa Jadi Alat dan Media Edukasi
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Foto bersama Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. Kusmana usai nobar Dua Garis Biru di XXI Ayani Mega Mall, selasa (23/7/2019). 

Gelar Nobar Film Dua Garis Biru, Kepala BKKBN: Bisa Jadi Alat dan Media Edukasi

PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Nonton Bareng Film Dua Garis Biru bersama komunitas Remaja, Pelajar, Mahasiswa, dan mitra kerja BKKBN Provinsi Kalbar.

Nobar Dua Garis Biru diikuti sekitar 150 orang di Studio XXI Ayani Mega Mall Pontianak, Selasa ( 23/7/2019).

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kalbar, Dr Kusmana mengatakan bahwa Film Dua Garis Biru bisa menjadi Alat dan media edukasi bagi remaja dan orang tua.

Film ini menurutnya sangat inspiratif dan harus ditonton oleh seluruh keluarga Indonesia karena memberikan inspirasi buat orang tua dan anak remaja bagaimana menghadapi situasi dan kondisi tentang pergaulan remaja.

Ia mengatakan film Dua Garis Biru menunjukan bagi para orang tua bagaimana menghadapi situasi dan kondisi untuk berkomunikasi dengan anak remaja.

"Karena dunia yang berbeda kondisi yang berbeda dan pada saat mendapatkan suatu persoalan karena perbedaan pandangan dan kondisi. Orang tua harus paham apa yang harus dilakukan terhadap anak," ujarnya.

Baca: KLASEMEN Liga 2 2019 - Persik Kediri Gagal Gusur Persewar di Puncak, Madura FC Tenggelamkan PSIM

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Dikmas di Kecamatan Sekadau Hilir

Baca: Bupati Jarot Optimis Komoditi Teh Dapat Jadi Alternatif Pertanian Menjanjikan di Sintang

Selanjutnya, tentu adalah pembelajaran jangan sampai keluarga kita yang punya anak remaja. Hal ini bisa terjadi sebab kondisi dan situasi jaman sekarang sangat berbeda dengan kondisi pada saatnya orang tua menjadi remaja dahulu.

"Kita harus menonton film ini karena film ini bisa menjadi alat media edukasi bagi orang tua maupun remaja . Karena betul jadi oramg tua itu sepanjang masa, melahirkan hanya sekali. itu yang menjadi suatu catatan bagi generasi milenial agar tidak melakukan sesuatu yang melanggar nilai sosial dan agama," ujarnya.

Apa yang ada film bisa menjadi pembelajaran antara anak dan orang tua.

"Karena pada saat orang tua sibuk mengurusan dunia dan harta ternyata urusan anak yang merupakan titipan Allah seolah menjadi yang nomor dua. Akbiatnya terjadi kebebasan dan ruang waktu yang tersedia memungkin untuk adanya godaan bagi anak remaja yang sedang mencari jati diri," ujarnya.

Film ini juga menyampaikan pesan mengenai edukasi alat kontrasepsi yang dimasukan dalam insert guyonan.

Ia mengatakan film ini bukan orderan BKKBKN dalam suatu tanda bahwa sebetulnya dalam hal ini sutradara produser itu sudah mendapatkan informasi dan merespon tentang persoalan generasi milenial tentang pentingnya membentuk keluarga yang direncakanakn dengan menggunakan alat kontrasepsi.

"Film ini murni adalah karya seniman dan producer film tanpa interpensi dari pihak BKKBN," ujarnya.

Selain nobar dilakukan untuk memperingati .enjelang hari keluarga nasional juga dilanjutkan dengan bedah film Dua Garia Biru dari sisi kesehatan, psikologi, dan agama.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved