Dukung Investasi, Joni: Kita Sudah Mantapkan Semangat Bersama Semua Perizinan Nol Rupiah

"Kita sudah mantapkan semangat kita bersama bahwa semua perizinan itu nol rupiah.

Dukung Investasi, Joni: Kita Sudah Mantapkan Semangat Bersama Semua Perizinan Nol Rupiah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Plt Kepala DPM PTSP Kabupaten Sanggau, H Joni Irwanto (Kanan) didampingi Sekretaris DPM PTSP Sanggau, Zaenal (Kiri) saat ditemui diruang kerjanya, kemarin. 

Dukung Investasi, Joni: Kita Sudah Mantapkan Semangat Bersama Semua Perizinan Nol Rupiah

SANGGAU - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Sanggau, H Joni Irwanto menegaskan, pihaknya sangat mendukung iklim ivestasi yang sehat, terbuka dan bisa mendorong pada perkembangan yang lebih maju di Kabupaten Sanggau.

"Kita sudah mantapkan semangat kita bersama bahwa semua perizinan itu nol rupiah. Baik melalui aplikasi perizinan Online Single Submission (OSS) dan siCANTIK Cloud atau yang yang masih mengajukan perizinan atau permohonan melalui yang manual,"katanya kemarin.

Joni memastikan sistem itu (perizinan nol rupiah) sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Jadi, lanjutnya misalkan ada pemohon yang diluar menyatakan dipungut biaya dan sebagainya bisa melakukan konfirmasi ke kita.

Baca: Berikut Agenda Agenda Sutarmidji Hari Ini

Baca: Minim Air dan Penerangan, Orangtua Murid Dinas Pendidikan Beri Perhatian Sekolah

"Kemudahan izin melalui semangat nol rupiah ini, Artinya memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi semua sektor usaha untuk berinvestasi dan berusaha di Kabupaten Sanggau. Dan perizinan itu juga tidak susah-susah lagi, dan tidak harus kemana-mana, jadi melalui aplikasi perizinan OSS itu dia melengkapi sendiri, dia mengupload sendiri. Kemudian Nanti akan keluar QR Code dari OSS, dan serahkan ke kita, itu saja, "jelasnya.

Lanjutnya, Nanti kita akan keluarkan apakah memang perizinan itu harus melalui surat perjanjian pemenuhan komitmen atau langaung kita keluarkan izinnya. "Ini artinya sambil santai-santai pun orang bisa memenuhi sendiri syarat-syarat perizinan itu dan yang lainnya melalui si Cantik, "tegasnya.

Kendati begitu, Joni mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha, jangan sampai peluang bebas perizinan termasuk nol rupiah ini, dia melanggar komitnen yang dibuatnya sendiri.

"Kan ada komitnen itu. Kemudian ada aturan-aturannya, Kita meminta mereka itu disiplin. Kita tetap akan melakukan pengawasan bersama tim terpadu, seperti Sat Pol PP, Disperindagkop, DisHutbun, Dis Cipta Karya, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan dan lain sebagainya. Ini untuk menjaga iklim investasi yang sehat,"tuturnya.

Dikatakannya, pemerintah sudah memberikan ruang, tidak ada lagi pungutan sekarang. Dan jika ada masyarakat menemukan pungutan, silahkan melapor maka akan kita lakukan tindak lanjut.

"Ini sudah sangat terbuka. Masyarakat tak usah takut-takut urus izin, tapi berusaha ngurus izin. Sudah gratis ini jangan lagi ada stetmen bahwa soal perizinan ini sulit. Ink sekarang mau atau tkdak mau dia ngurua izin, Karena nanti kalau berhubungan dengan misalnya lembaga keuangan lainya, perizinan itu jadi jaminan bahwa memang usaha yang dilaksanakanya itu mempunyai kelayakan,"tegasnya.

Disinggung dari sisi kecepatan realisasi izin tersebut, Joni menegaskan tetap ada Standar Operasional Prosedur (SOP). Pemenuhan persyaratan di OSS ini menjadi tanggungjawab pemohon.

"Begitu sampai ke kita, akan kita lakukan SOP kita dalam satu hari sudah keluar izinya. Yang penting memang persyaratan awal yang menjadi proses perizinan itu setelah mendapatkan QR Coad. Sistemnya bukan tanda tangan lagi, "tegasnya.

Tetapi jika belum memgantongi syarat QR Coad tadi, kita pastikan bahwa pemohon ini masih dalam rangka melengkapi kelengakapan rekomendasi lingkungan atau pun lainya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved