Wapres Jusuf Kalla Sebut Perencanaan Kunci Sukses Negara Maju

Menurutnya inovasi teknologi hanya dapat dilakukan apabila sumber daya manusia dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan yang baik.

Wapres Jusuf Kalla Sebut Perencanaan Kunci Sukses Negara Maju
ISTIMEWA
Wapres Yusuf Kalla saat di pembukaan Indonesia Development Forum 2019, di Jakarta Convention Center, Senin (22/07/2019) 

Wapres Jusuf Kalla Sebut Perencanaan Kunci Sukses Negara Maju

PONTIANAK - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan bahwa kunci sukses dari pembanguan sebuah negara maju adalah melalui perencanaan yang baik. 

Perencanaan ini penting dilakukan untuk menentukan arah kebijakan pemerintah dalam beberapa tahun kedepan, sehingga pengerjaan pembangunan dapat tersusun secara rapi. 

“Pemerintah selalu mementingkan perencanaan sejak awal negeri ini berdiri, tahun 1947 dibentuk badan perancang nasional di bawah perdana menteri, pada tahun yang sama, pemerintah juga mendirikan panitian pemikir siasat ekonomi oleh Wakil Presiden pada saat itu Mohammad Hatta,” ujarnya pada pembukaan Indonesia Development Forum 2019, di Jakarta Convention Center, Senin (22/07/2019) sesuai rilis tertulis dari Humas MenPAN RB.

Dikatakan, perencanaan kedepan akan mendengarkan ide serta gagasan dari masyarakat dan generasi muda untuk menentukan apa yang terbaik untuk masa depan.

Baca: Wapres Jusuf Kalla Bertanya Harga Mobil Sport Toyota Supra, Ini Jawabannya

Baca: Tiga Komisioner KPK Daftar Seleksi Capim KPK 2019-2023, Ini Harapan Jusuf Kalla ke Sosok Capim KPK

Ia pun menegasakan bahwa sebuah perencanaan berkaitan erat hubungannya dengan teknologi serta sumber daya manusia, oleh karenanya masyarakat diminta untuk tidak terjebak sebagai penikmat dari perkembangan teknologi yang kian mempermudah pergerakan, melainkan harus menjadi bagian yang dapat menciptakan inovasi dengan teknologi tersebut.

Menurutnya inovasi teknologi hanya dapat dilakukan apabila sumber daya manusia dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan yang baik. 

Selain itu dengan adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia dimana angka produktif lebih besar dibanding usia tidak produktif, dapat menjadi nilai tambah bagi generasi muda untuk dapat berinovasi.

“Menjadi tantangan tersendiri bagaimana kemajuan teknologi dan tantangan merubah banyak kehidupan. Menjadi tantangan tersendiri untuk SDM dan generasi muda untuk membuat solusi dari tantangan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa IDF merupakan wadah bertukar gagasan dalam menemukan pola pembangunan yang tepat di Indonesia.

Baca: Sampaikan Dukacita Mendalam, Ini Sosok Ani Yudhoyono di Mata Jusuf Kalla, Mahfud MD & Zulkifli Hasan

Baca: Prabowo - Sandiaga Uno Tempuh Jalur MK, Mahfud MD: Apresiasi Itu Ya, Jusuf Kalla: Kami Hargai

Para pemangku kebijakan dapat menggali pengalaman dari negara lain, terutama pada negara yang sukses melakukan perencanaan pembanguanan di negara masing masing.

Bambang mengatakan, persoalan SDM di Indonesia memang masih menjadi tantangan yang perlu segera diselesaikan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi secara SDM yang besar ke depan.

Berdasarkan data Human Development Index (HDI) Indonesia juga meningkat sebanyak 0,82 persen menjadi 71,39. Meski demikian, jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, kualitas sumber daya manusia Indonesia menurut data HDI masih berada di peringkat menengah.

Dalam acara tahunan tersebut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Kepala BNPB Dony Monardo, Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, serta para kepala daerah dan tamu undangan. (*)
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved