Kelompok 55 KKL IAIN Disambut Baik Tokoh Masyarakat

Kelompok 55 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) integratif 2019 IAIN Pontianak disambut baik oleh tokoh masyarakat Desa Madusari

Kelompok 55 KKL IAIN Disambut Baik Tokoh Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Foto bersama anggota kelompok 55 KKL IAIN Pontianak 

Kelompok 55 KKL IAIN Disambut Baik Tokoh Masyarakat

Citizen Reporter Mahasiswi IAIN Pontianak, Linawati

KUBU RAYA - Kelompok 55 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) integratif 2019 IAIN Pontianak disambut baik oleh tokoh masyarakat Desa Madusari, Parit Mas, Kecamatan Sungai Ambawang. Kabupaten Kubu Raya. Senin, (22/7/2019).

Pemberangkatan di awali dengan doa bersama Dosen pembimbing dan seluruh anggota kelompok KKL integratif pukul 08:00 WIB di Kampus IAIN Pontianak Jalan Letjen Suprapto. Dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari jurusan Perbankan Syariah tiga orang, Pendidikan Agama Islam tiga orang, Pendidikan Bahasa Arab satu orang, Bimbingan Konseling tiga orang, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dua orang, Komunikasi Penyiaran Islam dan PIAUD satu orang.

Perjalanan yang ditempuh menuju lokasi selama 2 jam, tepat pukul 10:30 WIB kelompok KKL 55 tiba di Kantor Kepala Desa Madusari.

Baca: RAMALAN ZODIAK Sehat Selasa 23 Juli 2019, Aries Merasakan Kedamaian, Mulailah dari Hal Kecil Gemini

Baca: FOTO: Aktivitas Penerbangan di Supadio Normal

Baca: Ahok Siap Siaga Siang dan Malam Bantu Padamkan Api Karhutla

Menyelesaikan administrasi disana, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kelompok KKL kepada pihak lembaga yang akan menjadi tempat pengabdian sekaligus ladang pengetahuan kuliah lapangan bagi peserta sebagaimana tujuan awal dari agenda institut ini.

"Dengan datangnya mahasiswa KKL ke desa ini besar harapan saya agar mereka bisa memanfaatkan waktu yang singkat ini sebaik mungkin dan bisa ikut andil menganalisi kemudian membantu menyelesaikan problem yang ada di desa ini". Ujar Dr. Arif sukino selaku pembimbing kelompok tersebut.

Terhitung sejak hari ini dan 40 hari kedepan mahasiswa diharapkan mampu mengabdikan diri kepada masyarakat sebagaimana tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Serta mampu memotivasi semangat belajar siswa lembaga Pondok Pesantren Ar-Rubath Naqsyabandiyah yang menjadi objek kegiatan formal KKL kelompok 55.

"Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa di lembaga ini mampu menggembleng siswa dan santri dalam berpublik speaking yang baik dan mempunyai semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi". Sambung K. H. Mursahe selaku pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rubath Naqsyabandiyah.

Menata program yang tepat dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Desa Madusari adalah upaya pengembangan sumber daya manusia dalam kehidupan sosial.

Masyarakat sebagai sumber pengetahuan otentik sehingga mahasiswa harus mampu mengkontruksi pengetahuan dari realitas objektif secara kritis.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved