Haryadi : Era Revolusi Industri 4.0, Pelaku Usaha harus Cerdas untuk Mengikuti Zaman

Menurutnya ilmu-ilmu ini harus disampaikan kepada pelaku usaha agar mereka bisa lebih profesional.

Haryadi : Era Revolusi Industri 4.0, Pelaku Usaha harus Cerdas untuk Mengikuti Zaman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MIA MONICA
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo 

Haryadi : Era Revolusi Industri 4.0, Pelaku Usaha harus Cerdas untuk Mengikuti Zaman

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak berkerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mengadakan kegiatan pembinaan kewirausahan dan Kriya sulam bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Acara ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai 23-25 Juli 2019 di UMKM Center Pontianak.

“Di Kota Pontianak ini para pelaku usaha mikro kecil semakin meningkat, karena pelaku UKM ini yang nantinya akan menjadi tumpuan untuk bertumbuh kembangnya industri,” ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo kepada Tribun Pontianak, Selasa (23/7).

Haryadi mengatakan saat ini sudah mamasuki era revolusi industri 4.0 dimana pelaku usaha harus cerdas untuk mengikuti zaman.

“Dengan sudah masuknya era 4.0 tentu bukan hanya masalah teknologinya tapi para pelaku usaha harus cerdas mengikuti perkembangan zaman apalagi sekarang sudah banyak menggunakan teknologi IT, kemudian perbankan juga sudah menggunakan teknologi fintec jadi mereka terbekali menuju era digitalisasi sehingga produk-produk mereka nanti sekarang dan kedepannya bisa memasarakan berbasis IT,” jelas Haryadi.

Menurutnya ilmu-ilmu ini harus disampaikan kepada pelaku usaha agar mereka bisa lebih profesional. 

 “Jadi ini bukan hanya sekedar hobi tapi sudah menjadi profesi yang bisa menghasilkan bagi ibu-ibu, minimal bisa membantu kebutuhan rumah tangga mereka. Gedung UMKM Center ini kan memang tempat seminar, tempat pelatihan bahkan tempat mempromosikan produk mereka. Kalau dulu kan mereka tidak punya rumah, sekarang mereka bangga karena sudah punya rumah jadi biasa berkreatifitas disini, mulai dari produksi, pelatihaan, promosi sampai membimbing mereka untuk menjual melalui aplikasi fintect “warung kite,” jadi ibu-ibu ini yang tadinya konfensional sekarang sudah masuk di era 4.0,” paparnya.

Pemkot dan Dekranasda selalu mengarahkan palaku usaha untuk membuat produk-produk unggulan yang bisa menjadi cirikhas kota pontianak.

"Jadi harus ada pembeda antara 1 daerah dengan daerah lainnya. Pembedanya yaitu kalau di kota pontianak, untuk makanan dan minuman kita masih pada kelompok aloevera. Aloevera yang awalnya hanya 2 sampai 3 jenis sekarang sudah ada 40 jenis. Ada permen, tepung, stik, kosmetik dan yang lainnya. Itu pertanda mereka semakin kreatif, kemudian seperti tenun dan corak insang juga, Ibu-ibu di Kota Pontianak unggul sebenarnya,” jelasnya lagi.

Hanya saja, ia mengatakan tinggal  bagaimana memberikan pelatihan-pelatihan yang baik sehingga produk-produk mereka bisa sesuai standar yang pada akhirnya bisa bersaing ditingkat lokal maupun internasional. 

Baca: VIDEO: Ini Komentar Demokrat Hadapi Pilkada 2020 di Kapuas Hulu

Baca: VIDEO: Ini Penjelasan Ketua Panitia Gawai Dayak X Sekadau

“Itu yang kita harapkan. Jadi kita mendorong juga produk unggulan kota pontianak sebagai pendukung UMKM yang berorientasi ekspor. Apalagi kita kan dekat dengan negara tetangga, persaingan usaha itu kuncinya 1 yaitu standar. Jadi kalau produk makanan atau minuman maupun produk lainnya jika sudah standar bisa dapat meningkatkan daya jual, jadi pasti bisa bersaing. Kegiatan seperti ini rutin kita adakan, kalau tidak dari pemerintah, kita ajak pihak ke 3 seperti perushaan-perusahaan

yang ada CSR. Jadi tidak hanya mengandalkan dana APBD, sehingga tetap bisa terus berjalan,” katanya.

Haryadi pun berharap dengan adanya gedung UMKM Center para pelaku usaha  bisa semakinmenghasilkan karya-karya yang bagus.

“Karena yang nanti dipromosikan disini tentu karya-karya yang bermutu bagus. Pembelinya. Kita dorong orientasi ekspor sehingga bisa menambah devisa negara dan perekonomian mereka juga terangkat,” pungkasnya.

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved