Korban Penipuan Berkedok Poin Traveloka Bertambah dan Meluas, Warga Datangi OJK Kalbar

setelah di cek oleh pihak OJK, ternyata nama-nama warga tersebut memiliki tagihan jutaan rupiah dari PT. Caturnusa Sejahtera Finance.

Korban Penipuan Berkedok Poin Traveloka Bertambah dan Meluas, Warga Datangi OJK Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Warga yang merasa menjadi korban penipuan pemalsuan data mengatasnamakan Traveloka mendatangi OJK untuk mengecek data mereka, Senin (22/7/2019) 

Korban Penipuan Berkedok Poin Traveloka Bertambah dan Meluas, Warga Datangi OJK Kalbar

PONTIANAK - Masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan indetitas pribadi mengatasnamakan Traveloka semakin bertambah dan meluas.

Setelah sebelumnya puluhan warga Pontianak Barat dan puluhan driver ojek online yang menjadi korban, kini puluhan warga Jalan Merdeka Barat Gang Kasuari 2, dan warga Siantan Tengah juga ikut menjadi korban.

Mereka datang ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (22/7/2019) untuk memastikannya.

setelah di cek oleh pihak OJK, ternyata nama-nama warga tersebut memiliki tagihan jutaan rupiah dari PT Caturnusa Sejahtera Finance.

Seperti yang diakui oleh Aan Iswanda (36), ia bersama sang istri dan juga adik sepupunya ikut menjadi korban penipuan mengatasnamakan Traveloka tersebut.

Baca: Traveloka Berikan Tips Agar Terhindar dari Penipuan

Baca: Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat Korban Penipuan Berkedok Traveloka Segara Melapor

"Istri saya dapat tagihan sekitar Rp 5 Juta, nah adik sepupu saya sampai Rp. 9 Juta, yang punya saya belum tahu berapa karena tadi di cek oleh OJK data saya belum ditemukan," terangnya kepada Tribun, Senin (22/7).

Aan menjelaskan alasanya kenapa baru datang ke OJK padahal ia bersama warga lainnya sudah mengethaui terkait ada penipuan yang mengatasnamakan Traveloka. Ia mengatakan, bahwa dirinya tidak mau gegabah karena masih berfikir bahwa dirinya belum merasa menjadi korban.

"Awalnya juga masih belum percaya jadi korban apa tidak apalagi sudah baca berita kalau pelaku sudah ditangkap. Kami juga belum ada dapat telpon dari pihak manapun terkait adanya tagihan. Tapi karena ada kawan yang menyarankan untuk datang ke OJK jadi kami kesini. Sebenarnya sudah dari sebelumnya mau kesini tapi belum ada waktu saja," ujarnya sambil menunjukkan berkas yang dikeluarkan oleh OJK untuk tagihannya.

Aan juga memgakui, bahwa dirinya bersama warga lainnya menyerahkan data KTP dan foto diri kepada seseorang yang juga warga setempat. Ia diajak saat sebelum bulan puasa lalu, ke sebuah kafe di Pontianak.

Baca: Pengakuan Korban Penipuan Berkedok Traveloka di Pontianak, Ungkap Modus Pelaku

Baca: Kapolda Kalbar Ungkap Modus Penipuan Mengatasnamakan Traveloka, Tersangka Raup Rp 350 Juta

Disana mereka dikumpulkan dan menyerahkan foto diri dan foto KTP, setelah itu ia mengaku mendapat uang sebesar Rp. 100 Ribu setelah data berhasil terverifikasi.

"Saya di foto, dan KTP saya juga di foto. Selesai itu katanya berhasil, dan saya dan yang lain dikasi uang seratus ribu rupiah, habis itu kami pulang. Waktu itu malam kami ke kafe itu," katanya.

Ia juga mengatakan, setelah dari OJK ia bersama warga lainnya akan ke Polda untuk melaporkan apa yang mereka alami.

"Saya tidak mau bayar tagihan ini, karena saya merasa tidak pernah meminjam ke bank. Ini jutaan lagi nilainya darimana saya mau bayarnya. Habis ini mau ke Polda mau buat laporan," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved