Kohati dan Kopri Pontianak Adakan Kopi Santai dan Bedah Buku ''Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan''

Dihadiri oleh Kohati HMI dan Kopri PMII Pontianak Raya serta beberapa Kohati HMI dari IKIP Pontianak. Dengan Yunda Riyani sebagai moderator

Kohati dan Kopri Pontianak Adakan Kopi Santai dan Bedah Buku ''Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan''
ISTIMEWA
Foto bersama Kohati dan Kopri. 

Kohati dan Kopri Pontianak Adakan Kopi Santai dan Bedah Buku ''Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan''

Citizen Reporter
Nursieh
Pengurus PMII Pontianak

PONTIANAK - Kohati Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pontianak bersama dengan Korsp Putri (Kopri) PMII Pontianak Raya adakan silaturahmi muslimah dan aktivis perempun yang dibungkus dengan Kopi Santai dan Bedah sebuah buku yang berjudul Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan

Disamping perempuan juga perlu menyadari pentingnya perempuan memperkaya literasi. Museum Kalimantan Barat menjadi tempat Kohati dan Kopri Pontianak silaturahmi, diskusi dan saling sharing antar sesama kader-kader perempuan ini. Sabtu (20/07).

Dimana dalam hal ini dua pemateri utama Yunda Sri Ayu Oktaviani dan Sahabati Maulida memaparkan tentang buku yang ditulis oleh Ihsan Abdullah Quddus itu.

Dihadiri oleh Kohati HMI dan Kopri PMII Pontianak Raya serta beberapa Kohati HMI dari IKIP Pontianak. Dengan Yunda Riyani sebagai moderator berjalannya Kosan Beku kali ini. 

Baca: HMI Komisariat Syariah dan Febi Gelar Rapat Anggota Komisariat dan Musyawarah Kohati Komisariat

Baca: Kohati Mempawah Bagikan 1000 Bunga ke Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah, Pedagang Suka Cita

Buku berjudul "Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan" tersebut menceritakan tentang seorang wanita Mesir yang mempunya ambisi, jiwa kepemimpinan perempuan yang begitu tertanam dijiwanya sehingga ia melupakan kodratnya sebagai perempuan. 

Seorang perempuan yang kuat dalam dunia birokrasi namun lemah dari fitrahnya yang menyimpang dari fitrahnya sebagai perempuan. .

"Buku tersebut sangat cocok dibahas dalam diskusi aktivis perempuan. Agar kita bisa memetakan mana ranah publik kita dan mana ranah domestik kita. Kita sebagai mahasiswa, sebagi aktivis juga sebagai anak di lingkungan keluarga harus bisa menyeimbangkan peranan kita diranah tersebut, Ujar Siti Maulida.

Baca: Kenang Sosok Kartini, Kohati Cabang Mempawah Bagikan 1000 Bunga di Pasar Tradisional

Baca: KOHATI HMI Komisariat Syariah Cabang Pontianak Gelar Aksi Peringati Hari Ibu Nasional

Yunda Ayu menambahkan buku yang berisi tentang perempuan Mesir tersebut berbicara tentang kepemimpinan perempuan, buku tentang perempuan yang di tulis berbau agama (wanita berkarir syurga), fiqih perempuan, psikologi perempuan dan lain-lain.

Yunda Ayu juga menegaskan bahwa perempuan harus memiliki kepekaan antar muslimah dan isu-isu keperempuanan sehingga mampu memberi solusi demi kebaikan agama dan negeri. 

Kosan Beku berjalan lancar dengan berbagai jamuan serta sharingan antar perempuan kala itu. Sehingga menimbulkan sebuah solusi. 

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved