Citizen Reporter

Cerita Grup Sape Kalbar Perkenalkan Musik Sape

Meskipun alat ini merupakan alat musik tradisional, namun alat ini bisa digunakan dengan perpaduan musik modern.

Cerita Grup Sape Kalbar Perkenalkan Musik Sape
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ferry Sape (baju merah) dan Leo_Sape (baju Hitam)  dalam rapat kecil di Warung Kopi King Danau Sentarum. 

Citizen Reporter
Warga, Samuel

SINGKAWANG - Belajar dan terus kembangkan budaya, itulah yang dikatakan Leo_Sape yang merupakan salah satu penasehat Grub Sape Kalbar malam itu tanggal 19 Juli 2019 di Cafe King Jl. Danau Sentarum dalam kesempatan rapat kecil bersama komunitas Sape Kalbar.  

Siapa sih yang tidak kenal dengan alat Musik Sape? Sampai sekarang masih menjadi alat tradisional yang tetap digemari oleh kalangan muda jaman Now. 

Apalagi ditambah dengan perkembangan gaya musik sekarang yang modern dengan pengaruh luar biasa.

Namun hal itu bukanlah sesuatu yang dapat menyurutkan semangat orang-orang muda ini untuk terus melestarikan musik tradisional. 

Baca: Peringati HBA ke-59, Sekda: Pemda Siap Bersinergi dengan Kejaksaan

Baca: 82 Kepala Sekolah di Sintang Ikut Rapat Evaluasi PPDB Sistem Zonasi

Di kalangan muda generasi milenial ini,  pengaruh budaya luar menjadi peluang untuk 'memanipulasi' gaya hidup sehingga dapat merugikan dan merusak budaya lokal. Jaman now sekarang termasuk dalam masalah yang rentan bahkan bisa sampai lupa  terhadap budaya Lokal. 

Kehadiran Komunitas Sape Kalbar ini merupakan salah satu wadah untuk orang muda penggiat Sape (alat tradisional Dayak)  untuk tetap menjaga dan melestarikannya di dunia yang semakin cepat berubah ini.  

 Meskipun alat ini merupakan alat musik tradisional,  namun alat ini bisa digunakan dengan perpaduan musik modern.

Sudah banyak pengiat musik profesional seperti Ferry_Sape,  Iyauda Moris,  Thambunesia, Uyub_Sape dan masih banyak pengiat musik Tradisional yang sudah dikenal dikalangan milenial. 

Kini musik Sape tidak hanya dimainkan dalam kalangan komunitas kecil biasa saja,  melainkan sudah menjadi kesempatan bagi hotel-hotel besar yang ada di Pontianak sebagai daya tarik orang luar Kalbar untuk menikmati nuansa Pontianak terlebih secara khusus Kalimantan.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved