Polresta Pontianak Tawarkan Program Pencegahan Karhutla Kepada Para Petani

Karena, menurutnya pada prinsipnya petani yang melakukan pembakaran ini hanya ingin cepat saja dengan biaya yang murah.

Polresta Pontianak Tawarkan Program Pencegahan Karhutla Kepada Para Petani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir saat di temui di Ruangannya 

Polresta Pontianak Tawarkan Program Pencegahan Karhutla Kepada Para Petani 

PONTIANAK - Terkait penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menuturkan, bahwa untuk penanganannya sendiri sudah ada satgas dari pusat. 

Pihaknya dalam hal ini yakni Polresta Pontianak sifatnya hanya membackup saja.

Apalagi, kata dia, Polda Kalbar juga akan melalukan operasi khusus untuk penanganan dan pencegahan karhutla. 

"Kami (Polrseta) bersama Dandim beserta jajarannya tentu melakukan kegiatan-kegiatan yang jelas untuk penanganan pemadaman terhadap karhutla ini. Disamping itu kita bersama pak bupati (Kuburaya) kemudian juga pak wali kota (Pontianak) melakukan terobosan terhadap penanganan karhutla khususnya pencegahan," ujarnya, Minggu (21/7/2019).

Ia mengatakan, nama program tersebut adalah buka lahan tanpa bakar.

Baca: Mayat Wanita Muda Gegerkan Warga Tanjung Raya, Tim Inafis Polresta Pontianak Beberkan Fakta Ini

Baca: Uang Rp 200 Juta Diamankan Polresta Pontianak dari Penangkapan Penyelundup Sabu 1,5 Kg

Karena, menurutnya pada prinsipnya petani yang melakukan pembakaran ini hanya ingin cepat saja dengan biaya yang murah. 

Dengan menggunakan korek api saja kemudian melakukan pembakarn untuk membuka lahan. Walaupun, kata dia, para petani ini tahu resikonya itu adalah pidana. 

Untuk itu, pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan terhadap kelompok tani, agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Namun mengajak mereka untuk melaksanakan program yang sudah ditawarkan. 

"Program membuka lahan tanpa bakar yang kita tawarkan ini menggunakan teknologi misalnya salah satunya adalah menggunakan trikodarma, dan ini sudah dilaksanakan dan mudah-mudahan efektif. Dan ini juga didukung oleh masyarakat khsusnya petani, dan yang terpenting pemerintah membantu sepenuhnya dalam pengadaan bahan kimia khusus ini," jelasnya. (gam) 
 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved