Penundaan Konferda PDI Perjuangan Dinilai Pengamat Sebagai Bentuk ''Siap Bersayap''

Penundaan itu berkaitan dengan anomaly dari sebuah sikap “siap menerima, mengikuti dan melaksanakan segala keputusan DPP

Penundaan Konferda PDI Perjuangan Dinilai Pengamat Sebagai Bentuk ''Siap Bersayap''
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Kebijakan Publik Untan Pontianak Dr Erdi Abidin M Si 

Penundaan Konferda PDI Perjuangan Dinilai Pengamat Sebagai Bentuk ''Siap Bersayap''

PONTIANAK - Konferda PDI Perjuangan Kalbar dikabarkan ditunda. 

Terkait penundaan ini, pengamat politik Untan, Dr Erdi, M.Si, punya analisa menarik terkait hal tersebut. 

Berikut pemaparannya, Minggu (21/07/2019): 

"Apa yang saya prediksi terkait mulus dan lancarnya Konferda PDI Perjuangan Kalbar tahun 2019 bukanlah tanpa dasar. 

Patokan saya adalah pernyataan Ketua DPD, Bapak Cornelis di banyak kesempatan yang telah menghimbau, lalu memastikan bahwa seluruh kader PDI Perjuangan di Kalbar selalu “siap menerima, mengikuti dan melaksanakan segala keputusan DPP”, terlepas dari peran beliau sebagai sosok hebat yang telah sukses membawa partai menjadi besar dan keluar sebagai pemenang pada pemilu dan pilpres. 

Penundaan konferda, dapat dimaknai sebagai siap bersayap atau siap yang tidak siap.

Baca: Pembentukan PAC PDI Perjuangan, Ini Kata Cornelis

Baca: Rudianto Tjen Harap Kader Bersiap Isi Kepengurusan PAC PDI Perjuangan

Sebagai pengamat, saya menilai dan memaknai ucapan beliau itu dengan persepsi tunggal dan tidak bersifat ambiguate (mendua), tidak juga lantaran memiliki kepentingan tertentu pada PDI Perjuangan.

Namun, ternyata realitas di lapangan berbeda dengan yang saya prediksi. 

Konferda PDI Perjuangan kembali ditunda. Penundaan itu berkaitan dengan anomaly dari sebuah sikap “siap menerima, mengikuti dan melaksanakan segala keputusan DPP”.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved