Guru SMAN 11 Tunggu Dana Bosda, Puluhan Guru Rela Mengajar Tanpa Gaji

Jadi dengan dibantu guru dari sekolah negeri, otomatis SMAN 11 Pontianak tidak perlu memberikan bayaran sampai nanti dana Bosda keluar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana pembelajaran di SMAN 11 Pontianak, Jumat (19/7/2019). 

Satu diantaranya guru yang membantu mengajar bidang Studi Ekonomi di SMA 11 Pontianak mengatakan alasannya mau mengajar di sekolah tersebut karena memang mengajar sudah menjadi hobinya.

"Saya sudah pernah mengajar kemana-mana dari mulai honor sampai jadi PNS dari pagi, siang, sore saya mengajar dan itu saya lakukan hingga sekarang," ujar guru bembantu di SMA N 11 Pontianak yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ia mengatakan kebetulan SMAN 11 Pontianak menumpang di SMP N 13 Pontianak yang memang dekat dengan tempat tinggalnya.

"Jadi mumpung ada waktu saya sempatkan untuk membantu kebetulan guru yang mengisi bidang studi yang saya tempuh belum ada. Saya juga sudah masuk ngajar mulai dari tanggal 15 walaupun kemarin masih cari guru yang kurang tapi guru yang ada sudah masuk mengajar di kelas ," imbuhnya.

Ia merasa kedepannya perkembangan sekolah ini akan semakin baik karena melihat dari perkembangan dan minat anak sekolah yang bagus dan siswa yang banyak dan gurunya juga sudah lengkap. "Kalau masalah gaji untuk saat ini kita iklas demi pendidikan anak dari saya pribadi dan saya juga sudah terbiasa dengan hal seperti," ujarnya.

Bangun Bertahap

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Suprianus Herman mengatakan sudah diusulkan ke instansi terkait perihal pembangunan SMA N 11 Pontianak. Gubernur, wagub dikatakanya sudah mengakomodir kekurangan sarana dan prasarana di sekolah namun dilakukan secara bertahap.

"Saat ini kita mencoba meningkatkan sarana dan prasarana dan sebagainya. Untuk murid SMA N 11 Pontianak ada enam rombel dengan 38 siswa di setiap kelas dan sementara masih masuk sekolah siang dan menumpang di gedung SMP N 13 Pontianak,"  ujarnya.

Ia mengatakan untuk penyelesaian bangunan masih dikordinasikan tapi pimpinan sudah menyiapkan SMA N 11 Pontianak. Namun belum bisa diperkiraan kapan bisa selesai karena banyak yang harus dipersiapkan untuk kedepan.

Sebanyak 228 siswa di SMA N 11 Pontianak yang dibagi menjadi tujuh rumbel belajar sudah mengikuti proses belajar mengajar.

Pemilihan jurusan IPA dan IPS juga sudah selesai. Kelas IPS terdiri dari 4 kelas dan 3 kelas IPA.

Saat ditemui, para siswa SMAN 11 Pontianak Reni, Ulfa, Favia, Adelia yang merupakan siswa kelas IPS 1 ini mengatakan bahwa mereka senang sekolah di SMA N 11 Pontianak karena mereka merupakan angkatan pertama.

Saat ini juga proses belajar sudah dimulai walaupun status sekolah masih menumpang di SMP N 13 Pontianak tapi keempat siswa ini bangga bisa lulus di sekolah tersebut.

"Senang kok sekolah disini apalagi angkatan pertamanya ramai sekali ada tujuh kelas, jadi tidak kalah sama sekolah lainnya," ujar Ulfa dan teman-temannya.

Mereka juga mengaku bahwa guru yang ada di sekolah tersebut juga sudah aktif mengajar dan masuk kelas untuk perkenalan dari senin lalu.

Mereka berharap SMA N 11 Pontianak bisa menjadi sekolah yang mampu mencetak anak berprestasi dan mampu bersaing dengan sekolah negeri lainnya.

Ramai Peminat

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 susulan di SMAN 11 Pontianak pada Rabu, Juli 2019 berlangsung di SMPN 13 Pontianak, di Jalan Tebu, Pontianak Barat. Pendaftaran yang dibuka pada pukul 13.00 WIB tersebut dipenuhi peminatnya sampai sore.

Satu di antara orang tua yang mengantri, Ratna mengatakan anaknya sebelumya sudah ikut mendaftar PPDB pertama namun tidak lulus.

PPDB tahap pertama anaknya sudah mencoba di SMA N 4 Pontianak yang merupakan sekolah paling sekat dengan rumanya di Jl Swignyo, Gang Alkarim.

"Anak saya daftar di SMA N 4 Pontianak tapi tidak lulus, sedangkan tetangga sebelah diterima. Katanya dia pakai persyaratan tambahan. Kalau saya hanya mengikuti jalur pemerintah sesuai persyaratan yang sudah di tetapkan," ujarnya.

Namun tetangganya memasukan surat tidak mampu dalam pemberkasan dan lulus seleksi.

"Pokoknya NIM tinggi tidak ada gunanya lagilah dan sangat susah masuk SMA. Mereka yang dekat rumah saya aja lulus jalur zonasi tapi karena ada penambahan surat tidak mampu, dan surat bantuan dari sekolah," ujarnya.

Anaknya pada PPDB pertama memilih di SMA N 4, SMA N 7, dan SMA N 8 Pontianak dan yang terdekat di SMA N4 Pontianak.

Perhitungan jaraknya kemaren juga tidak sesuai soalnya liat tetangga sebelah rumah saya cuma 800 M, sedangkan jarak rumag saya sampai 2 Km.

Ia mengatakan tidak sempat komplen sama panitia dan langsung datang ke kantor Disdik provinsi, namun setelah disana malah zona rumahnya semakin jauh dan ia merasa sudah tidak ada harapan lagi.

"Kemarin di SMAN 4 Pontianak ngantre dari pukul setengah tujuh pagi. Di PPDB SMAN 11 hari ini antriannya juga kurang lebih dari pada PPDB tahap satu kemaren dan ada kisruh karena ambil formulir berebutan. Karena banyak ibu-ibu datang duluan dan tidak dikasi yang datang belakangan malah dikasi. Jadi ricuh dan pada teriak-teriak," jelasnya.

PPDB di SMA N 11 Pontianak dibuka melalui jalur zonasi dan NIM . SMAN 11 Pontianak pun menjadi sekolah negeri terakhir yang dipilih.

"Waktu daftar tadi tidak ada kendala.Mudah-mudahan anak-anak yang terbuang di PPDB tahap 1 mereka bisa diterima disini dan itu yang di harapkan kami karena sekolah negeri itu biayanya tidak terlalu mahal," ujarnya

Dengan bukanya SMAN 11 Pontianak ini, ia sebagai orang tua merasa terbantu namun jika tidak lulus mau tidak mau anaknya dilarikan ke sekolah swasta dan ia pun sudah mewanti-mewanti menyiapkan formulir di sekolah swasta.

 Tenaga Pengajar SMAN 11
* 25 guru status PNS dan honorer
* Rela tak digaji hingga dana BOS dan Bosda cair.
* Masih menumpang di SMP N 13 Pontianak
* Terdiri dari tujh rombongan belajar.
- 4 IPS dan 3 IPA
* Jumlah siswa 226
* Mata pelajaran 14
Sumber: Pengelola SMAN 11

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved