Guru SMAN 11 Tunggu Dana Bosda, Puluhan Guru Rela Mengajar Tanpa Gaji

Jadi dengan dibantu guru dari sekolah negeri, otomatis SMAN 11 Pontianak tidak perlu memberikan bayaran sampai nanti dana Bosda keluar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana pembelajaran di SMAN 11 Pontianak, Jumat (19/7/2019). 

Sebelumnya ia mengajar di SMA 8 Pontianak sebagai wakil bidang Kesiswaan dan sekarang di SMA 11 Pontianak masih berstatus sebagai pengelola sekolah karena sekolah belum definitif.

Untuk perizinan SMA Negeri memang diurus dari dinas langsung dan sekarang sudah di urus mungkin tidak lama perizinannya selesai. Yang lama itu mengurus Dapodiknya dan bisa selesai kemungkinan tahun depan," ucapnya.

Ia mengatakan melihat teman-teman guru yang membantu sangat ia apresiasi walaupun tidak ada honor yang penting bagaimana menjaga komunikasi.

"Kalau uang mereka juga udah dapat dari gaji sekolah asal. Cuma kalau suasana disini tidak bagus dan tidak enak juga tidak akan buat mereka betah. Jadi bagaimana kita bisa bagun suasana yang enak saja,” ungkapnya.

Ia berharap kedepan yang jelas terkait gedung harus cepat selesai dibangun dan tenaga pengajar kalau sekolah sudah definitif harus cepat di SK- kan juga sebagai guru tetap SMAN 11.

Selain itu, lanjut Deden perlu perhatian pemerintah terkait dana. Karena sampai sekarang belum ada dana yang diberikan dan saat ini hanya mengandalkan modal yang ada.

Saat diserahkan, dinas hanya memberikan SK untuk segera bergerak dan saat ini tidak ada dana dan memang sekolah tidak diperbolehkan meminta pungutan kepada orang tua siswa.

"Kita paling hanya menerima sumbangan sukarela mereka yang mau menyumbang walaupun saat ini belum ada. Untuk sarana dan prasarana juga kita siapkan sendiri seperti printer kita beli sendiri, dan belum ada komputer, jadi kita gunakan laptop masing-maaing. Meja juga baru beli dan seperti infokus juga belum ada," tambahnya.

Tapi ia tetap optimistis bisa menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya untuk mengelola sekolah tersebut.

"Kalau memang tulus kerjanya Insya Allah akan banyak pertolongan yang datang. Saya juga tak mau banyak mengeluh kepada dinas kalau masih bisa dilakukan kita lakukan sendiri. Saat ini saja proses pembelajaran sudah di mulai tinggal tempel jadwal dan menyiapkan bel yang belum ada," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved