Guru SMAN 11 Tunggu Dana Bosda, Puluhan Guru Rela Mengajar Tanpa Gaji

Jadi dengan dibantu guru dari sekolah negeri, otomatis SMAN 11 Pontianak tidak perlu memberikan bayaran sampai nanti dana Bosda keluar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana pembelajaran di SMAN 11 Pontianak, Jumat (19/7/2019). 

Ia menjelaskan jumlah guru SMAN 11 Pontianak saat ini ada 25 orang dan sudah mencukupi untuk mengajar 14 mata pelajaran. Guru yang ada juga sudah mengisi dari masing-maing mata pelajaran yang diajarkan walaupun ada yang dua orang untuk satu bidang studi.

"Semua itu tergantung mereka untuk mengatur waktunya. Kalau mereka hanya bisa dua kelas terserah kita tidak memaksa karena mereka juga hanya membantu disini," imbuhnya.

Baca: Penulis Yang Tak Punya Dana Bisa Menerbitkan Buku, Ini Tips dari Rizal Hamka

Saat ini aktvitas sekolah di mulai dari pukul 13.15 menit sampai 17.30 WIB. Siswa di SMA N 11 Pontianak terdiri dari 228 siswa yang dibagi menjadi 7 rombongan belajar (rombel).

"Sebenarnya hanya ada enam kelas karena penuh jadi di buka satu kelas lagi . Jadi ada tujuh kelas. Tapi penerimaan siswa kemarin sudah sesuai kuota yang ditentukan dan telah dibagi untuk pemilihan jurusan untuk kelas IPS ada 4 kelas, dan IPA 3 kelas," ujarnya.

Ia mengatakan, guru yang membantu beberapaa juga ada yang masih status sebagai honorer tapi juga sudah di sampaikan bahwa belum ada honor untuk membayar terkait dana sekolah yang memang masih belum ada.

"Kalau memang iklas mau mengajar di sini ya Alhaamdulillah. Mereka sendiri yang datang dan ingin membantu," ujarnya.

Sedangkan untuk pemilihan kepala sekolah ia katakan sebenarnya di Kota Pontianak ini ada sembilan orang yang lolos tes tahun 2014 di tingkat nasional dan tiga orang sudah diangkat menjadi kepala sekolah, jadi sisa enam orang yang belum diangkat.

"Satu di antara enam orang tersebut adalah saya dan saya sendiri yang laki-laki," ujarnya.

Jadi kepala sekolah mempromosikan siapa yang layak menjadi kepala sekolah dan mereka mempresentasikan bagaimana kinerja selama sudah lulus menjadi kepala sekolah. Apakah masih tetap mengabdi atau tidak sebelum diangkat menjadi kepala sekolah.

"Kebetulan saya dari tahun 2014 tidak meninggalkan tugas saya mendampingi kepala sekolah dan tetap menjadi wakil Kepala SMAN 8 Pontianak. Jadi setelah dipresentasikan terpilihlah saya. itu semua tergantung kepala sekolah yang mempromosikan kita. Sebenarnya bukan saya yang layak, teman saya yang perempuan lebih layak karena dia sudah selesai S2. Mungkin karena ini sekolah baru jadi perlu orang yang kuat," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved