Ada Makam Syarif Husein Bin Abdullah Al-Banjari Diantara Ratusan Kuburan Tua di Mempawah

Makam Syarif Husein Bin Abdullah Al-Banjari Diantara Ratusan Makam Tua di Mempawah

Ada Makam Syarif Husein Bin Abdullah Al-Banjari Diantara Ratusan Kuburan Tua di Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YAK
Warga Desa Parit Banjar, Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, bergotong-royong membersihkan makam tua yang baru saja ditemukan, Jumat (19/7/2019). 

Makam Syarif Husein Bin Abdullah Al-Banjari Diantara Ratusan Makam Tua di Mempawah

MEMPAWAH - Puluhan warga Desa Parit Banjar, Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat menemukan makam tua diduga berusia ratusan tahun, Jumat (19/7/2019).

Makam tua itu berada di areal perkebunan kelapa milik warga yang tidak jauh dari pemukiman, berjarak hanya sekitar 100 meter saja.

Beberapa orang tua di Desa Parit Banjar sejatinya mengetahui keberadaan makam tua tersebut.

Namun mereka tidak tahu kalau jumlahnya ratusan, dikira hanya beberapa makam saja.

"Kita sebenarnya tahu kalau di lokasi ini ada makam, cuma berapa jumlahnya itu tidak tahu, karena warga sekitar juga selama ini tidak ada yang menelusuri," ujar Kepala Desa Parit Banjar, Marlito, saat dijumpai sedang mengkoordinir warga yang melakukan pembersihan areal makam.

Baca: Peringatan Dini, Hari ini BMKG Pantau 26 Titik Panas di Kalbar

Baca: Sempat Diselimuti Asap, BMKG Prediksi Pontianak, dan Sekitarnya Bakal di Guyur Hujan Lokal

Dia menjelaskan, awal penemuan makam tua sebanyak itu bermula dari adanya seorang Habaib bernama Habib Ikaf Kholikul Muqaddam yang berasa dari Kota Singkawang yang datang ke Desa Parit Banjar dan mengatakan ada makam para Habib di lokasi tersebut.

Ia meminta masyarakat setempat untuk membersihkannya.

"Dia minta ke saya, tolong Pak Kades fasilitasi di lokasi sana untuk segera dibersihkan, karena ada makam tua disana. Setelah kita bersihkan, kita telpon beliau, dan dia datang kesini dan mengatakan bahwa orang yang ada disini (makam tua_red) adalah orang shaleh bernama Syarif Husein Bin Abdullah Al-Banjari aliran dari Syekh Arsyad Al-Banjari Martapura," tutur Marlito.

Saat dilakukan pembersihan areal itu kata dia, ternyata makamnya semakin banyak, yang mana awalnya masyarakat sekitar tidak tahu berapa jumlahnya, dan hanya tahu tiga atau empat makam saja.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved