36 Alat Perekam Data Transaksi Dipasang di Kubu Raya, Hotel Hingga Area Parkir

jika anggaran pemerintah daerah memungkinkan, jumlah alat perekam data transaksi tersebut akan ditambah

36 Alat Perekam Data Transaksi Dipasang di Kubu Raya, Hotel Hingga Area Parkir
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Bupati Kubu Raya dan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Kubu Raya saat meninjau pemasangan alat perekam data transaksi di Gardenia Resort 

36 Alat Perekam Data Transaksi Dipasang di Kubu Raya, Hotel Hingga Area Parkir

KUBU RAYA - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Kubu Raya, Supriaji,  mengatakan sesuai dengan nota kesepahaman Bank Kalbar dengan Bupati Kubu Raya, di tahap awal dialokasikan 36 unit alat perekam data transaksi yang terdiri dari 19 i-POS dan 17 Tapping Box.

Adapun yang sudah terpasang sebanyak 20 unit, Rabu (19/7/2019)

“Jadi pada semester pertama KPK menargetkan 60 persen terpasang. Nah, Kubu Raya 55 persen. Jadi sudah mendekati angka ideal dari target 60 persen, dan ini akan berlanjut untuk ke depannya,” jelasnya. 

Diterangkan oleh Supriaji pemasangan alat perekam data transaksi sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemungutan pajak.

Baca: Korsupgah KPK Tinjau Pemasangan Alat Perekam Data Pungutan Pajak Daerah Kubu Raya

Baca: Lahan Gambut Terbakar di Punggur Kecil Kubu Raya Diperkirakan Capai 6 Hektare

Dalam hal ini ada 4 jenis usaha yang dipilih diantaranya usaha hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

Ia mengatakan nantinya jika anggaran pemerintah daerah memungkinkan, jumlah alat perekam data transaksi tersebut akan ditambah.

Namun jika tidak, maka alat-alat yang ada akan digulirkan ke tempat-tempat usaha hotel, restoran, hiburan, dan parkir lainnya.

“Apabila pemerintah daerah berdaya dalam hal anggaran, maka akan dibeli sendiri atau jika tidak masih akan dibantu oleh Bank Kalbar. Ada opsi lain yaitu kalau nanti trennya kita evaluasi ternyata peningkatan penerimaan pajak-pajak per unit itu sudah baik hasilnya, alat ini akan kita geser ke pengusaha yang lainnya. Sehingga bergulirlah alat ini dengan efektif dan efisen. Jadi semua titik-titik yang potensinya besar tidak lagi luput dari penggelapan atau tidak bayar pajak,” tuturnya.

Baca: Dilantik Jadi Plt Kabid Usaha Mikro, Fajri Wacanakan Pengembangan Produk UMKM Kubu Raya

Baca: Bupati Muda Rotasi 101 Pejabat Eselon II dan III di Pemkab Kubu Raya

Supriaji juga menyampaikan kesuksesan dalam penerimaan pajak daerah merupakan tanggung jawab semua pihak dan pajak harus masuk ke kas daerah. 

“Jangan sampai pajak berbelok-belok masuk ke yang bukan semestinya. Itu sudah jelas, penggelapan pajak dilakukan oleh siapapun adalah merugikan keuangan negara, apakah itu aparatur, pengusaha, maupun masyarakat itu merugikan keuangan negara dan tindak pidana,” tegasnya. (Marpina Sindika Wulandari) 

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved