Penumpang Taksi Ilegal Ternyata Tak Dijamin Asuransi Kecelakan dari Jasa Raharja

Maraknya taksi ilegal juga dibenarkan oleh pihak Jasa Raharja dan para penumpangnya tidak akan mendapatkan asuransi kecelakaan apabila mengalami laka

Penumpang Taksi Ilegal Ternyata Tak Dijamin Asuransi Kecelakan dari Jasa Raharja
ISTIMEWA
Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat, Agung Tri Gunardi, SE, CSA dan Kepala Unit Operasional dan Humas, Amnan Ghozali, S.Si, M.M saat memberikan keterangan Press PAM Lebaran 

Penumpang Taksi Ilegal Tidak Dijamin Asuransi Kecelakan dari Jasa Raharja

PONTIANAK - Banyaknya taksi-taksi ilegal atau yang tidak mempunyai izin membuat miris, pasalnya apabila terjadi kecelakaan tunggal maka para penumpang tidak akan bisa mendapatkan jaminan asuransi.

Saat ini taksi ilegal tumbuh lantaran masyarakat banyak mengalihfungsikan kendaraan pribadinya menjadi angkutan penumpang.

Maraknya taksi ilegal juga dibenarkan oleh pihak Jasa Raharja dan para penumpangnya tidak akan mendapatkan asuransi kecelakaan apabila mengalami laka tunggal.

"Miris sekali kalau kita melihat banyak taksi ilegal di Pontianak dan sekitarnya. Di mohon kepada masyarakat sebaiknya gunakan taksi legal," ucap Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat, Amnan Ghozali, saat diwawancarai, Jumat (19/7/2019).

Baca: DPRD Minta Dishub Kalbar Gencar Lakukan Penertiban Taksi Ilegal

Baca: Ini Kriteria Korban Kecelakaan Yang Bisa Mendapat Asuransi Jasa Raharja

Amnan nenjelaskan ada angkutan atau taksi yang resmi terutama yang plat kuning. Ada juga yang plat hitam yang sudah ada izin resmi dari dinas perhubungan dan sudah membayar uang jaminan pada Jasa Raharja.

"Kalau taksi resmi sudah ada izin dinas perhubungan, sudah membayar iuran wajib Jasa Raharja dan setiap penumpang nya di jamin oleh Undang-undang No. 33. Kalau ada kecelakaan tunggal itu penumpangnya dapat santunan," jelas Amnan.

Tapi kalau taksi tidak resmi atau ilegal, saat terjadi kecelakaan tunggal tidak bisa mendapatkan jaminan.

"Kalau kecelakaan dua kendaraan itu jaminan nya dari SWDLKLJ di STNK itu. Kalau STNK itu sumbangan wajib untuk menjamin korban atau orang ketiga, di luar alat angkutan yang terjadi kecelakaan,"tambahnya.

Baca: Dinas Perhubungan, Sat Lantas, Jasa Raharja dan BNN Singkawang Lakukan Pemeriksaan Kendaraan

Baca: Jasa Raharja Cabang Kalbar Sediakan PAM Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, Catat Jadwal & Lokasinya

Jadi masing-masing kendaraan itu menjamin lawannya. Apabila kecelakaan tunggal dan statusnya kendaraan pribadi tapi digunakan untuk mengangkut penumpang atau taksi maka tidak bisa mendapatkan jaminan.

"Sementara kalau angkutan umum resmi itu akan di jamin Undang-undang 33, walaupun kecelakaan tunggal namun para penumpang taksi legal tetap mendapatkan jaminan,"ujarnya.

Ia menegaskan selama ini memang tidak ada laporan masuk pada pihaknya terkait taksi ilegal yang kecelakaan tunggal, ia mengira pemiliknya enggan melaporkan karena mengetahui bahwa apa yang dilakukan sudah menyalahi aturan.

"Kemungkinan mereka tau, kalau terjadi kecelakaan tunggal mereka tidak melapor kepolisian. Jadi harusnya kalau ada kecelakaan harus ada laporan ke pihak kepolisian baru penjaminannya bisa kita pastikan terjamin atau tidak," jelasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved