Jelang Konferda PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis dan Lasarus Dinilai Berpeluang Sama

di beberapa provinsi kewenangan "pusat" untuk menentukan kepemimpinan parpol ditingkat provinsi hingga kabupaten cukup kuat.

Jelang Konferda PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis dan Lasarus Dinilai Berpeluang Sama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Dr Jumadi 

Jelang Konferda PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis dan Lasarus Dinilai Berpeluang Sama

PONTIANAK - Pengamat politik, Dr Jumadi menilai Cornelis dan Lasarus dinilai sama-sama berpeluang dalam Konferda PDI Perjuangan Kalbar. 

Berikut analisanya, Jumat (19/07/2019): 

"Konferda merupakan mekanisme tertinggi PDI Perjuangan di daerah. Tentu mekanisme tertinggi ini mesti dihormati, tinggal barang kali mekanisme pengambilan keputusan, artinya tergantung kesepakatan, ada yang sifatnya musyawarah mufakat, ada yang sifatnya voting, tergantung kesepakatan.

Jika kita lihat kecendrungan di akhir-akhir ini memang di beberapa provinsi kewenangan "pusat" untuk menentukan kepemimpinan parpol ditingkat provinsi hingga kabupaten cukup kuat.

Baca: DPC PDI Perjuangan Bengkayang Hormati Siapapun Rekomendasi dari DPP

Baca: DPC PDI Perjuangan Landak Dukung Penuh Cornelis Kembali Pimpin PDI Perjuangan Kalbar

Disatu sisi ada positifnya, tapi disisi lain seperti yang pernah saya bahas, demokratisasi diinternal partai "tidak berjalan" sebagaimana mestinya, jadi menutup peluang bagi calon untuk berkompetisi.

Sehingga kasus seperti di Kota Surabaya misalnya, masih meninggalkan sebuah dinamika tersendiri.

Ada ketidakpuasan, jadi memang kecendrunganya, semakin kuat partai ditopang oleh kepemimpinan yang kuat, ada personatifikasi, memang kecendrungannya akan menjadi oligarkis, saya lihat kecendrungan seperti itu.

Tapi, itu internal partai, urusan PDI Perjuanganlah, jika mekanisme itu disepakati itu urusan PDI Perjuangan, tapi dalam konteks kita berbicara organisasi parpol idealnya demokrasi diinternal partai mesti dibuka.

Baca: Minsen Paparkan Kesiapan Pelaksanaan Konferda DPD PDI Perjuangan Kalbar

Baca: Konferda DPD PDI Perjuangan Kalbar Diprediksi Tak Selesai Dalam Waktu Singkat

Konsekuensi dari oligarkis semua harus tunduk pada putusan, semakin kuat kepemimpinan di parpol, ada personatifikasi, kecendrungannya seperti itu. Jika ada yang berani ada konsekuensi organisasi, sehingga demokratisasi diinternal partai kurang sehat.

Karena tersentralistiknya pengambilan keputusan dalam hal kepemimpinan membuat demokratisasi diinternal partai tidak terbangun dengan baik, walaupun positifnya konflik mudah diminimalisir.

Untuk di Kalbar, saya melihat kecendrungan DPP akan memilih salah satu (Cornelis dan Lasarus, red).

Saya tidak bermaksud untuk mendahului, tapi kecendrungan DPP akan memilih salah satu, apakah kemudian Cornelis dipilih kembali atau Lasarus yang akan dipilih, peluangnya saya rasa sama, tapikan terlepas siapapun dipilih DPP tentu saya yakin DPP akan mengakomodir dalam kepengurusan itu dua kekuatan dua figur ini. 

Jadi pasti menurut saya DPP akan memilih salah satu, saya tidak membayangkan misalnya Cornelis ketua, kemudian Lasarus menjadi ketua harian atau sekretaris, menurut saya itu hal yang kecil kemungkinan,". (dho)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved