Gapasdar Kubu Raya Sikapi FGD Pelayanan Publik Transportasi Angkutan Sungai

10 tahun terakhir , ia telah memperjuangkan agar para nahkoda tradisional bisa mendapatkan pelatihan dari pemerintah,

Gapasdar Kubu Raya Sikapi FGD Pelayanan Publik Transportasi Angkutan Sungai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Ketua GAPASDAP Kabupaten Kubu Raya Agustianto saat  sampaikan pendapat di FGD yang dj gelar Ombudsman 

Gapasdar Kubu Raya Sikapi FGD Pelayanan Publik Transportasi Angkutan Sungai, Harap Peran Pemerintah

PONTIANAK - Ombudsman RI perwakilan provinsi Kalbar menggelar FGD (fokus Grub Discussion) tentang pelayanan publik pada transportasi angkutan sungai di wilayah Kalbar.

Selain di hadiri pihak Dinas Perhubungan, kegiatan ini juga dihadiri oleh pihak perwakilan Pengusaha angkutan air di wilayah Kalbar.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Angkutan Penyebrangan (Gapasdar) Kabupaten Kubu Raya, Agustianto yang hadir pada kegiatan ini mengharapkan bahwa kedepan semua pihak baik pengusaha dan pemerintah bisa lebih memperbaiki pelayanan terkait.

"Saya rasa dalam hal ini semua harus ikut memperbaiki, baik dari pihak regulator maupun operator, Tapi mudah - mudahan kedepan, pemerintah pusat dan daerah lebih memperbaiki lagi tata cara angkutan sungai,", Ungkapnya.

Baca: Sering Terjadi Kecelakaan di Sektor Trasnportasi Air, Ombusman Gelar FGD

Baca: Bupati Muda Rotasi 101 Pejabat Eselon II dan III di Pemkab Kubu Raya

Ia menilai, hal yang paling penting saat ini untuk meningkatkan pelayanan  terkait transportasi angkutan sungai yakni meningkatkan kualitas SDM yang dimilki oleh pihak regulator maupun operator, sehingga keselamatan dalam transportasi angkutan sungai dapat di tingkatkan.

"Saya rasa yang penting SDM, baik dari operator maupun regulator, dan kita bersyukur pemerintah sudah membentuk Direktorat baru untuk angkutan sungai,"katanya.

Baca: 3 Penyimpangan yang ditemukan Ombudsman Terkait Pelayanan Publik Angkutan Sungai

Baca: Ombudsman Geram Pemain Layangan Hanya Kena Denda Rp 100 Ribu

Terkait temuan penyimpangan tentang standar keselamatan dari pihak Ombudsman di moda transportasi air di wilayah Kalimantan Barat, iapun tak memungkirinya hal itu, dan menyadari masih ada pengusaha yang kurang memperhatikan hal itu.

"Kalimantan barat ini sungai sangat luas, jadi saya rasa memang masih terfokus pada angkutan tradisional, jadi memang banyak angkutan sungai maupun penyebrangan sungai jauh dari standar, tapi itulah kita Pontianak Kalimantan Barat, memang masih banyak yang harus di benahi,"tuturnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa selama 10 tahun terakhir , ia telah memperjuangkan agar para nahkoda tradisional bisa mendapatkan pelatihan dari pemerintah, agar dapat meningkatkan kualitas dari para nahkoda tradisional.

"Itu sudah lama saya ajukan di pusat, Alhamdulillah baru sekarang pemerintah di perhatikan, ini saya rasa pont yang bagus,Dalam 10 tahun ini saya menjabat sebagai ketua saya memperjuangkan itu, bagaimana nahkoda tradisional agar di perhatikan, karena kita di Indonesia angkutan sungainya cukup luas apalagi di Kalimantan barat,"tutupnya. 

Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved