DPRD Minta Dishub Kalbar Gencar Lakukan Penertiban Taksi Ilegal

Ia mengimbau pada masyarakat untuk berhati-hati memilih kendaraan angkutan, jangan sampai yang dinaiki malah ilegal.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Fatahillah Abrar 

DPRD Minta Dishub Kalbar Gencar Lakukan Penertiban Taksi Ilegal

PONTIANAK - Bermunculnya taksi-taksi ilegal lantaran banyak pemilik kendaraan pribadi (minibus) yang mengalihfungsikan kendaraannya untuk angkutan antar kota diminta oleh Anggota DPRD Kalbar agar Dinas Perhubungan melakukan tindakan tegas.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Fatahillah Abrar saat diwawancarai menyayangkan maraknya taksi-taksi ilegal ini yang ujung-ujungnnya akan merugikan para penumpang atau masyarakat sendiri.

Ia meminta agar pihak Dishub dan instansi terkait lainnya untuk menindak dan sering melakukan razia agar menutup pergerakan taksi-taksi online demi melindungi konsumen atau masyarakat yang tidak tahu menahu menggunakannya.

"Memang sekarang banyak sekali kendaraan pribadi dijadikan angkutan untuk membawa penumpang antar kota dan itu tidak ada izinnya, apabila terjadi kecelakaan maka penumpangnya yang kasihan tidak bisa dilindungi asuransinya,"ucap Abrar saat diwawancarai, Jumat (19/7/2019).

Baca: Kadishub Kalbar Tinjau Kapal SN 30 sebelum Berangkat ke Tambelan

Baca: Kadishub Kalbar Pastikan Kendaraan Instansinya Bayar Pajak

Ia mengimbau pada masyarakat untuk berhati-hati memilih kendaraan angkutan, jangan sampai yang dinaiki malah ilegal.

Masyarakat disebutnya memang terkadang ingin mudah saja, karena taksi-taksi ilegal biasanya didapatkan dengan mudah.

Untuk melindungi masyrakat, Abrar meminta Dishub terus melakukan razia atau penertiban terhadap taksi ilegal.

Baca: Dishub Kalbar Tegaskan Keberadaan PLBN Harus Dimaksimalkan

Penertihan bisa dilakukan dengan koordinas bersama pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Kita minta Dishub lebih aktif melakukan penertiban terhadap taksi-taksi ilegal ini, jangan sampai terjadi kecelakaan dan penumpang tidak dijamin kan kasian. Memang kita tidak mengharapkan terjadinya peristiwa lakalantas ini, tapi ini bagian upaya melindungi konsumen atau masyrakat yang menggunakan jasa angkutannya," pungkas Abrar.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved