TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Tujuh Desa di Kapuas Hulu yang Rawan Karhutla

Rupinus menyatakan, ada tujuh desa yang rawan akan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kapuas Hulu

TRIBUNWIKI: Tujuh Desa di Kapuas Hulu yang Rawan Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAWAN GUNAWAN
ILUSTRASI 

TRIBUNWIKI: Tujuh Desa di Kapuas Hulu yang Rawan Karhutla

KAPUAS HULU - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Rupinus menyatakan, ada tujuh desa yang rawan akan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kapuas Hulu.

"Jadi desa yang rawan akan terjadi Karhutla yaitu, Desa Penai dan Bangkong di Kecamatan Silat Hilir, Desa Ranyai Hilir di Kecamatan Seberuang, Desa Madang Permai di Kecamatan Suhaid, Daerah Dalam dan Sekulat di Kecamatan Selimbau, dan Desa Sepandan di Kecamatan Batang Lupar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Dimana jelas Rupinus, tujuh desa tersebut memiliki lahan gambut cukup luas. Sehingga akan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Dalam hal tersebut, pemerintah bersama aparat serta masyarakat setempat, sudah melakukan antisipasi, untuk melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.

Baca: TRIBUNWIKI: 4 Spot Foto Favorit di Aston Pontianak, Ada Miniatur Tugu Khatulistiwa & Lift Kapsul

Baca: TRIBUNWIKI: Berikut 17 Kegiatan Usaha Bank Umum yang Belum Diketahui Masyarakat

Baca: TRIBUNWIKI: Berikut Syarat Cairkan Dana JHT Untuk Fasilitas Kredit Perumahan

Rupinus menuturkan, tim gabungan akan melakukan patroli rutin yang akan dibantu juga oleh elemen masyarakat di wilayah kecamatan. "Kami (BPBD) juga mendirikan posko karhutla di Sekretariat Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, untuk koordinasi upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Maka dari itu dihimbau, kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan seperti membuka lahan dengan membakar.

"Untuk sosialisasi terus kami galakan kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, agar tidak membakar hutan dan lahan pada saat musim kemarau seperti saat ini. Sebab dampak dari Karhutla sangat meluas, dari kesehatan, udara, dan sebagainya," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved