Tes Urine Peserta SNMPTN dan SBMPTN Untan Tak Disambut Baik Calon Mahasiswa

"Saya rasa tidak perlu kecuali untuk akademi seperti masuk polisi, tentara dan lainnya. Selain itu juga prosesnya ribet," ungkapnya.

Tes Urine Peserta SNMPTN dan SBMPTN Untan Tak Disambut Baik Calon Mahasiswa
Prayudi Anugraha
ILUSTRASI 

Tes Urine Peserta SNMPTN dan SBMPTN Untan Tak Disambut Baik Calon Mahasiswa

PONTIANAK - Untan melalui Klinik Pratama melaksanakan tes urine untuk calon mahasiswa baru SNMPTN dan SBMPTN, Kamis (17/7/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama tersebut bertujuan mendeteksi narkoba di kalangan mahasiswa agar kampus terbebas dari narkoba.

Kegiatan tes urine ini tidak disambut baik oleh sebagian calon mahasiswa.

Seperti halnya calon mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Nisa mengungkapkan jika tes ini menyulitkan calon mahasiswa karena dianggap menyulitkan.

"Saya rasa tidak perlu kecuali untuk akademi seperti masuk polisi, tentara dan lainnya. Selain itu juga prosesnya ribet," ungkapnya.

Baca: Untan dan BKKBN Gelar Seminar Analisis Dampak Kependudukan

Baca: Saskia Najunda Sari, Mahasiswi Kedokteran Untan Calon Jemaah Haji Termuda Sintang

Pihak Klinik Pratama yang diwakilkan oleh Koordinator Pelayanan, Roesmayanti mengungkapkan jika tes urine ini untuk memastikan calon mahasiswa Untan terbebas dari Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).

Menurutnya ada tiga parameter pengujian NAPZA pada mahasiswa Untan, yakni tes Morfin, Amfetamin dan Tetrahydrocannabinol (Thc). Namun yang sering ditemui pada mahasiswa adalah kandungan Amfetamin dan Thc.

Oleh karena itu, sebelum melakukan tes, calon mahasiswa harus memberitahukan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Ini bertujuan agar hasil tes tidak menunjukan bahwa calon mahasiswa positif pemakai narkoba. 

Baca: 3 Gadis Cantik Alumni SMAN 2 Pontianak Yakin Lulus Seleksi Jalur Mandiri di Untan

Baca: Optimistis Lulus Jalur Mandiri Untan, 9.715 Peserta Berebut 1.650 Kursi

"Sebelum tes, kami akan menanyakan terlebih dahulu, ada makan dan minum apa serta ada konsumsi obat apa. Jadi sebelum tes, jika ada mengkonsumsi obat tertentu harus lapor dulu, misalnya obat kanker. Karena obat kanker ada morfinnya sebagai pereda nyeri yang kuat. Sedangkan Amfetamin biasanya ada dalam minuman penambah stamina yang marak dijual," ujarnya.

"Nah kalau Thc itu kokain biasanya ada di rokok, bentuknya serbuk yang digabungin dalam rokok," ungkap wanita berbaju biru itu lagi. (mg1)
 

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved