Sungai Kapuas Mengering, Distribusi Air PDAM Tirta Raya Kubu Raya ke Konsumen Terganggu

Sejak bulan april sampai hari ini, PDAM Kubu Raya tak bisa mendistribusikan air secara maksimal.

Sungai Kapuas Mengering, Distribusi Air PDAM Tirta Raya Kubu Raya ke Konsumen Terganggu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUZAMMILUL ABRORI
Pipa Intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raya Kub Raya mengalami kekeringan, pada kamis (18/07/2019). 

Sungai Kapuas Mengering, Distribusi Air PDAM Tirta Raya Kubu Raya ke Konsumen Terganggu

KUBU RAYA - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raya Kubu Raya, Urai Wisata memohon maaf tak bisa memberikan pelayanan secara maksimal, pada kamis (18/07/2019). 

Sejak bulan april sampai hari ini, PDAM Kubu Raya tak bisa mendistribusikan air secara maksimal.

Hal ini disebabkan oleh debit air Sungai Kapuas yang mengering. 

Adapun wilayah yang mengalami gangguan pengaliran (pendistribusian), yaitu wilayah Sungai Raya Dalam (Serdam) dan sekitarnya.

Lalu di wilayah sekitaran Jalan A Yani 2, dan terakhir di kawasan perumahan Pondok Indah Lestari (PIL).

Baca: PDAM Kubu Raya Berikan Kemudahan Pembayaran Tagihan, Bisa Via ATM

Baca: PJ Dirut PDAM Kubu Raya Tinjau Langsung Pemeliharaan Pipa PDAM

"Dikarenakan debit air sungai kapuas yang berkurang, maka kita tidak bisa menyedot lagi. Jadi memang saat ini sungai kapuas permukaannya sangat dangkal sekali, termasuklah yang ada dikantor pusat ini. Dan kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan PDAM khususnya Kubu Raya, saat ini tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal," urai menjelaskan saat ditemui Tribun. 

Dengan baru berusia 12 tahun PDAM Tirta Raya Kubu Raya masih perlu memaksimalkan dalam pendistribusian air.

Baca: Fokus Distribusi Air PDAM Kubu Raya Hanya di Sekitaran Sungai Raya dan Desa Kapur

Urai menjelaskan, saat ini Sungai Kapuas akan akan dikeruk dan dibendung, hal ini untuk mengatasi ketika musim kemarau tiba. 

"Saat ini sungai kapuas mau dikeruk dan dibendung, untuk mengatasi saat musim kemarau tiba. Karena siklus ini tidak bisa kira ramal, kan. Jadi upaya kami, walaupun upaya ini sudah sangat tradisional sekali. Kami sedang berupaya untuk mengeruk, dan kami gali, setidaknya kebutuhan masyarakat tersampaikan. Walaupun pagi air tidak jalan, tapi sore ngalir," ujar Urai. (Mg3) 

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved