Sukses Kembangkan Mocaf, Bank Indonesia Latih Wanita Tani Bikin Panganan Olahan

Mereka mencoba membuat rempeyek kacang, bayam, tempe hingga ebi. Menariknya Bank Indonesia telah menyiapkan kemasan almunium foil untuk packing

Sukses Kembangkan Mocaf, Bank Indonesia Latih Wanita Tani Bikin Panganan Olahan
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Baras Baru menujukkan makanan olahan dari tepung mocaf berupa rempeyek dan cake pelangi hasil olehan mereka di Desa Mentonyek Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Kamis (18/7/2019). Sejak 2018 lalu Bank Indonesia dengan melatih KWT tersebut mengembangkan mocaf di Mentonyek Landak. 

Sukses Kembangkan Mocaf di Mentonyek, Bank Indonesia Latih WanitaTani Bikin Panganan Olahan
   
LANDAK - Bank Indonesia lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) telah menyerahkan bantuan benih dan alat pengolah tepung Modified Cassava Flour (Mocaf) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Baras Baru, Desa Mentoyek, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, pada 2018 lalu.

Kini, KWT Baras Baru mulai bisa menikmati hasilnya. Pada, Rabu (18/7/2019), sekitar belasan anggota KWT mencoba mengolah panganan berbahan dasar mocaf tersebut. Satu di antaranya menjadi cemilan rempeyek dan kue lapis pelangi.

Baca: Karhutla Semakin Meluas, Kepala BPBD Mempawah Sebut Puluhan Relawan Bantu Padamkan Api

Baca: Memasuki Hari Ke-4, Pencarian Empat ABK Tugboat Mega 09 Masih Nihil

Ketua KWT Baras Baru, Yuliana Cory, mengaku bangga karena KWT Baras Barua terpilih untuk menjadi kelompok percontohan dalam mengembangkan singkong menjadi tepung mocaf.

"Hari ini kita sudah mulai mengolah tepung ini menjadi bahan makanan seperti kue yang biasa dicicipi masyarakat," ungkapnya yang ditemui di kediamannya, Rabu.

Dengan dibantu tenaga pengajar yakni Penyuluh Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalbar Sigit Sapto Wibowo dan sang istri Hermawati Handayani yang turut mengajarkan para anggota KWT ini menjadikan makanan berbahan dasar tepung mocaf.

Mereka mencoba membuat rempeyek kacang, bayam, tempe hingga ebi. Menariknya Bank Indonesia telah menyiapkan kemasan almunium FOIL untuk packing sehingga tampilan makanan ini semakin menarik.

"Saat ini kan kita belum panen semuanya (singkong mocaf). Sekitar dua bulan lagi kita panen. Nanti akan diolah menjadi tepung dalam skala besar. Kalau untuk panganan olahan tepung mocaf, kita masih ujicoba, sebelumnya kami juga bikin kue donut, cake dan hari ini rempeyek," jelas Yuliana.

Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Djoko Juniwarto, menjelaskan program modified cassava flour (mocaf) dengan melibatkan kelompok wanita tani (KWT) adalah untuk pemberdayaan kelompok.

Nantinya, tak hanya hulu saja bahkan sampai ke hilir pun akan dipikirkan bagaimana program ini bisa berjalan dengan baik.

Untuk tahap awal, lanjut Djoko, KWT diajarkan bagaimana mengolah singkong menjadi tepung mocaf. Sebelumnya, Bank Indonesia Kalbar telah menyerahkan bantuan mesin.

Halaman
12
Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved