Progam RIF Indonesia-Kanada Diharapkan Bantu Pemerintah Daerah Wujudkan Kemajuan Desa Mandiri

“Hal itu dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan di masing-masing daerah terpilih,” sebutnya.

Progam RIF Indonesia-Kanada Diharapkan Bantu Pemerintah Daerah Wujudkan Kemajuan Desa Mandiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Foto bersama Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Suprihadi Prawiradinata, Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Sekda Kubu Raya, bersama Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Peter MacArthur setelah penyerahan penghargaan di aula kantor Bupati Kubu Raya 

Progam RIF Indonesia-Kanada Diharapkan Bantu Pemerintah Daerah Wujudkan Kemajuan Desa Mandiri

KUBU RAYA - Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Suprihadi Prawiradinata, mengatakan pembangunan kawasan perdesaan merupakan salah satu sasaran pokok yang mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru untuk mempercepat pembangunan daerah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

“Hal itu dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan di masing-masing daerah terpilih,” sebutnya.

Rudy menyampaikan ada empat komponen kegiatan yang dilakukan sebagai upaya mendukung program RIF dalam upaya pengembangan Kawasan Agropolitan Rasau Raya di Kabupaten Kubu Raya.

Baca: Sungai Kapuas Mengering, Distribusi Air PDAM Tirta Raya Kubu Raya ke Konsumen Terganggu

Baca: Inovasi Jagung di Agropolitan Rasau Jaya Sukses, Bupati Muda Berencana Repilkasi ke Wilayah Lain

Pertama, pengembangan kapasitas kelembagaan.

Kedua, pengembangan inovasi produk.

Ketiga, ekspansi pasar dan perluasan jaringan pemasaran melalui Badan Usaha Milik Desa.

Keempat, menciptakan peluang kerja yang adil bagi laki-laki dan perempuan.

“Sejak dilaksanakan tahun lalu, program RIF telah menghasilkan banyak kemajuan yang membanggakan. Sekitar 1.591 penerima manfaat  yakni 653 perempuan dan 938 laki-laki yang meliputi pemerintah daerah, pengelola kawasan, akademisi, lembaga penelitian, sektor swasta, dan kelompok masyarakat mulai kelompok tani, peternak sapi, kelompok perempuan, dan UMKM lokal telah mendapatkan pendampingan melalui berbagai pelatihan dan dukungan teknis,” paparnya.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L Leysandri, berharap adanya program RIF dapat mempercepat realisasi kemandirian pangan di Kabupaten Kubu Raya.

Baca: Dubes Kanada Ikut Bergoyang di Puncak Acara HUT Ke-12 Kubu Raya

Baca: Aksi Dubes Kanada Ikut Joget Bareng Bupati Muda dan Wabup Sujiwo di HUT Kubu Raya ke 12

"Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kemajuan desa yang mandiri, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan dan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujar Leysandri pada pertemuan Kementerian PPN/Bappenas dengan perwakilan pemerintah Kanada dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (16/7/2019) malam.

Leysandri mengatakan pemerintah provinsi berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat menindaklanjuti program tersebut. Untuknantinya dapat dikembangkan secara sporadis di desa-desa, tidak hanya di desa yang terpilih tetapi juga desa yang berada di luar lokasi kegiatan program.

Sehingga program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) yang merupakan kerjasama antara Indonesia melalui Bappenas dengan Kanada ini dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di seluruh desa.

Utamanya yang mempunyai potensi sumber daya alam yang cocok untuk pengembangan komoditas.

"Dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi serta dukungan ketersediaan pangan daerah, maka sumber produksi khususnya di perdesaan perlu menjadi perhatian dalam upaya untuk mewujudkan desa mandiri pangan yang disertai peningkatan kesejahteraan masyarakatnya," tuturnya. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved