PLN dan Pemerintah Daerah Bersinergi Bangun SUTT 150 kV Tayan-Sandai

SUTT sepanjang 160 km ini nantinya akan berfungsi untuk menghubungkan sistem kelistrikan tersebut ke Sistem Khatulistiwa.

PLN dan Pemerintah Daerah Bersinergi Bangun SUTT 150 kV Tayan-Sandai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
kir-ka: Efrizon SRM Pertanahan & Komunikasi PLN, Yohanes Budiman Kabiro Pemerintahan Setda Prov Kalbar, Donatus Franseda Asisten 1 Kab Ketapang Asisten 1 Sanggau Ignatius Irianto 

PLN dan Pemerintah Daerah Bersinergi Bangun SUTT 150 kV Tayan-Sandai

PONTIANAK - Guna mengembangkan sistem kelistrikan di sisi selatan Kalimantan Barat, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP Kalbagbar) akan membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tayan-Sandai sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2019-2028. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, PLN UIP Kalbagbar melakukan berbagai upaya salah satunya dengan melaksanakan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten setempat dalam melancarkan proses pengadaan tanah yang merupakan bagian dari kegiatan sebelum masa konstruksi dimulai.

Sinergi berupa rapat koordinasi dengan berbagai bidang di pemerintahan provinsi dan daerah ini bertempat di Hotel Kapuas Palace dan berlangsung pada Kamis (18/7/2019).

Dalam sambutannya, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat, Yohanes Budiman, menyampaikan bahwa tahap pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi antara institusi pemerintahan, masyarakat, dan juga PLN terhadap berbagai peraturan, manfaat, dan tujuan pembangunan proyek ketenagalistrikan. 

Baca: PLN Bengkayang Gelar Program Perang Padam Guna Tekan Intensitas Gangguan

Baca: Salurkan Listrik Lebih Baik, PLN Ganti Kabel di 604 Tower SUTT

“Pembangunan SUTT Tayan-Sandai ini termasuk salah satu proyek strategis nasional yang direncanakan oleh pemerintah berdasarkan Perpres  No. 3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional,” ujarnya. 

Proyek transmisi ini juga dibangun dengan tujuan untuk meminimalisir biaya penyediaan energi listrik dengan mengirimkan listrik yang bersumber dari pembangkit yang lebih murah, dan juga akan memiliki dampak positif dalam mengurangi gangguan dan pemadaman listrik yang muncul akibat cuaca buruk ataupun akibat perawatan rutin mesin pembangkit.

Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Kalbagbar, Efrizon, menjelaskan bahwa saat ini sistem kelistrikan di bagian selatan Kalimantan Barat, yaitu Sistem Ketapang masih beroperasi secara isolated atau belum saling terhubung dengan sistem pembangkitan lainnya.

Oleh sebab itu, SUTT sepanjang 160 km ini nantinya akan berfungsi untuk menghubungkan sistem kelistrikan tersebut ke Sistem Khatulistiwa.

“Untuk menghubungkan kedua sistem kelistrikan tersebut sedikitnya dibangun tower sebanyak 423 tower yang proses pembangunannya akan terbagi ke dalam 3 section. SUTT itu juga akan membutuhkan tanah tapak tower seluas kurang lebih 11,78 hektar.” ujar Efrizon menambahkan. 

Baca: Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir, Ini Penjelasan PLN UPL Putussibau

Baca: Komisi II DPRD Sekadau Rapat Dengar Pendapat Bersama PLN

Untuk menyediakan kebutuhan lahan dalam pembangunan tapak tower SUTT yang akan melintasi 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sanggau, 7 kecamatan, dan 22 desa ini maka sangat dibutuhkan kerja sama intensif dengan pemerintah daerah setempat dan dukungan dari masyarakat agar proses pembangunan secara umum dan pengadaan tanah dapat berjalan lancar.

Salah satu peserta rapat koordinasi, Camat Meliau, Raden Asmadi, menyebutkan bahwa pihaknya menyatakan dukungan dan menyambut baik rencana pembangunan. Pihaknya menambahkan bahwa sejauh ini mayoritas warga di daerahnya telah menyatkan setuju atas pembangunan transmisi tersebut. Ia berharap agar pembangunan ini dapat berjalan lancar sehingga jaminan pasokan listrik lebih terjaga.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi dan berbagai dinas di Provinsi Kalbar, Kejaksaan Tinggi Kalbar, BPN Kalbar, perwakilan dari pemerintah daerah dan dinas Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sanggau.

Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved