Pemprov Kalbar Sambut Baik Kegiatan BKKBN Seminar Analisis Dampak Kependudukan

KB bukan hanya digunakan untuk menekan angka pertumbuhan penduduk, tetapi juga menyelamatkan nyawa para ibu.

Pemprov Kalbar Sambut Baik Kegiatan BKKBN Seminar Analisis Dampak Kependudukan
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Suasana seminar analisis dampak kependudukan dalam rangka hari kependudukan dunia 2019. 

Isu pertumbuhan jumlah penduduk tentunya menjadi ancaman terhadap daya dukung dan daya tampung bumi. Hal ini bahkan menjadi pembahasan dunia, sebab populasi dunia tumbuh dengan cepat.

"Hasil survey demografi indonesia 2017 telah menunjukan hasil yang cukup menggembirakan. Dimana angka vertilitas total menurun 2,7 dan 3,1 pada hasil survey sebelumnya. Ini bisa mengerem laju pertumbuhan penduduk dimasa yang akan datang. Salah satu upaya menekan lajunya pertumbuhan penduduk adalah keluarga berencana," tambahnya.

KB bukan hanya digunakan untuk menekan angka pertumbuhan penduduk, tetapi juga menyelamatkan nyawa para ibu.

Saat ini KB merupakan kebutuhan masyarakat yang ingin menunda dan mengatur kelahiran. Saat ini masih terjadi kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan, angka vertilitas total perdesaan 2,7 persen dan perkotaan 2,4..

"Delapan persen wanita umur 15-17 tahun sudah pernah melahirkan atau sedang hamil anak pertama. Persoalan pertumbuhan penduduk masih menjadi tantangan untuk pembangunan berkelanjutan," tegasnya.

Pemprov Kalbar terus menyiapkan SDM yang berkualitas dengan upaya meningkatkan angka lama sekolah dan pendidikan. Oleh sebab itu, Pemprov menggratiskan biaya pendidikan tingkat SMA dengan harapan tak ada anak putus sekolah dan semua anak Kalbar harus tamat SMA.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved