Kasat Pol-PP dan Damkar Sintang Sebut Kebakaran di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Martin Nandung menyampaikan bahwa sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan pemadaman di beberapa titik kebakaran hutan dan lahan

Kasat Pol-PP dan Damkar Sintang Sebut Kebakaran di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Akcaya 1, Desa Jerora 1, Kecamatan Sintang dan yang terjadi di Sungai Sawak, Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian beberapa hari terakhir oleh Satpol-PP dan Damkar Sintang bersama Manggala Agni. 

Kasat Pol-PP dan Damkar Sintang Sebut Kebakaran di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

SINTANG - Kepala Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Sintang, Martin Nandung menyampaikan bahwa sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan pemadaman di beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar wilayah Kota Sintang.

"Titik-titik di Akcaya 1, Sungai Ukoi, Panjernang, Menyumbung, Jerora 1. Kondisi yang agak parah karena memang lahan gambut itu di Sungai Ukoi. Sudah ditangani, tapi kendala kita keterbatasan air," katanya, Kamis (18/7/2019) pagi.

Menurutnya untuk lahan gambut ini memang tidak bisa dipadamkan dalam waktu yang singkat. Biasanya padam, kemudian saat panas terik muncul kembali. Ditambah lagi terbatasnya ketersediaan sumber air di lokasi.

Martin menjelaskan bahwa biasanya api muncul di lahan-lahan seperti itu karena memang ada yang sengaja bakar lahan. Meskipun dari beberapa kasus, ada yang puntung rokok terindikasi sebagai penyebabnya.

Baca: Kajari Landak dan Danyon Armed 16/Komposit Ngabang Donorkan Darah

Baca: Ekspor Biji Pinang Asal Kalbar Menggeliat, Kementan Dorong Ekspor Dalam Bentuk Olahan

Baca: Pelatda Panjat Tebing Tunggu Hasil Tes Fisik KONI Kalbar

Lebih lanjut, Martin mengatakan sesuai dengan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Sintang untuk membakar lahan diperbolehkan dengan catatan maksimal luasan lahan yang diperbolehkan untuk dibakar seluas 2 hektar.

"Tetapi tidak boleh pada siang hari, harus di atas jam lima dimana kondisi cuaca tidak begitu panas. Kemudian juga perlu pengaturan, kalau bisa bergiliran. Kalau semua sekaligus itu yang sangat beresiko meluas," jelasnya.

Oleh karena itu pemerintah, TNI-Polri juga selalu menginstruksikan untuk melapor sehingga ada pendampingan. Bahkan Satpol-PP dan Damkar juga siap mendampingi jika ada masyarakat di sekitar Kota Sintang ingin pendampingan.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved