FAO Indonesia Ingatkan Hama Ulat Grayak Jagung Menyebar ke 12 Provinsi

Fall Armyworm atau ulat grayak jagung adalah serangga hama yang dapat menyerang, merusak, atau menghancurkan pertanaman jagung hanya semalam.

FAO Indonesia Ingatkan Hama Ulat Grayak Jagung Menyebar ke 12 Provinsi
Tribunpontianak.co.id/FAO Indonesia
Ulat Grayak Jagung atau Fall Armyworm 

Menanggapi serangan Fall Armyworm yang tiba-tiba di Asia, FAO telah mengadakan pertemuan dengan para pejabat dari berbagai negara di seluruh wilayah pada bulan Maret, dan membawa para pakar yang telah menangani hama di Afrika dan Amerika Latin dan mempelajari cara-cara untuk membatasi kerusakannya.

BACA: Krisis Pangan di Negeri Agraris

BACA: Program USAID Bijak Fokus Pada Keanekaragaman Hayati

Di Indonesia, FAO mendukung Pemerintah untuk menanggapi wabah dan mencari strategi tepat untuk merespons serangan dengan mengerahkan sumberdaya secara optimal.

“Pemerintah akan mengorganisir lokakarya nasional bekerjasama dengan FAO pada akhir Juli untuk menyepakati tindakan multipihak paling efektif untuk menanggapi serangan ini. Kami memanfaatkan pelajaran dari negara-negara lain ketika menanggapi serangan di negara mereka sendiri sebagai praktik terbaik untuk memperlambat penyebaran dan membatasi kerusakan," kata Stephen Rudgard, Perwakilan FAO di Indonesia.

Setelah serangan hama terverifikasi dengan baik, pemerintah akan memperkuat upaya untuk terus meningkatkan kesadaran dan memantau keberadaan dan penyebaran Fall Armyworm pada jagung dan tanaman lainnya.

FAO telah bekerja dengan otoritas terkait untuk memprakarsai program kesadaran yang menginformasikan dan melatih petani tentang teknik pengelolaan hama terpadu yang akan bermanfaat sekali untuk mengendalikan Ulat Grayak baru. Terrmasuk di dalamnya mengidentifikasi musuh alami dari Fall Armyworm, meningkatkan kontrol biologis alami dan kontrol mekanis, seperti menghancurkan massa telur dan menggunakan penggunaan biopestisida.

Indonesia memiliki banyak musuh alami hama ini untuk mengurangi infestasi. Satu studi dari Ethiopia menemukan satu parasit tawon telah membunuh hampir setengah dari populasi hama dalam waktu dua tahun sejak kedatangan Fall Armyworm di negara tersebut.

Penggunaan pestisida kimia perlu dipertimbangkan dengan sangat hati-hati, mengingat bahwa ulat hama terlindung dari semprotan karena mereka bersembunyi jauh di dalam dedaunan tanaman, dan juga pestisida semacam itu dapat memiliki efek negatif pada musuh alami dan kesehatan petani.

Jika langkah-langkah efektif diberlakukan, efek negatif dari Fall Armyworm dapat dikurangi dengan populasi dipertahankan pada level yang cukup rendah untuk membatasi kerusakan ekonomi dan mata pencaharian petani.

Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved