Citizen Reporter

Buka Latsar CPNS, Ini Pesan Gubernur Kalbar

Era dimana tidak ada lagi yang bisa disembunyikan, tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi.

Buka Latsar CPNS, Ini Pesan Gubernur Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama 

Citizen Reporter
Humas Pemprov Kalbar, Rinto 

PONTIANAK - Gubernur Kalbar H Sutarmidji secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk guru dan tenaga kesehatan Golongan III Angkatan XLI, XLII dan XLIII di Lingkungan Pemprov Kalbar dan Pemkab Mempawah, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Rabu (17/7/2019).

Sutarmidji mengatakan Pelatihan Dasar CPNS atau yang sebut dengan Latsar CPNS, dulunya disebut Diklat Prajabatan, merupakan salah satu amanah Undang-undang yang harus dilakukan, karena menjadi prasyarat bagi perubahan status dari Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Pada Latsar ini para CPNS tidak hanya diberikan pengetahuan tentang nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi kemampuan berakuntabilitas, mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya, dan tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya.

Baca: Masa Pendaftaran Open Bidding Jabatan Eselon II Diperpanjang, Ini Kata Dewan Sanggau

Baca: Hari Ini MK Sidang 6 PHPU Pileg di Kalbar, Agenda Pemeriksaan Pendahuluan Perkara

Namun mereka juga dilengkapi dengan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS untuk menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosiaI-kultural dengan menggunaan perspektif whole of govemment dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya.

"Kepada para Peserta Latsar juga akan diberikan hal-hal lain yang berkaitan dengan sikap dan perilaku, baik perilaku selaku warga negara, juga perilaku selaku pelayan masyarakat," kata Sutarmidji

Para peserta diberikan pendidikan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, bela negara serta pengenalan terhadap isu-isu kontemporer dan strategis.

"Hal ini dimaksud setelah menjadi PNS, para peserta dapat menerapkan secara real peran PNS sebagai perekat dan pemersatu bangsa dalam lingkungan kehidupan yang beragam ini," pesan Sutarmidj.

Baca: Erdi: Jika Tidak Cermat, Konferda PDIP Kalbar Berpotensi Konflik

Peserta mendapatkan materi tentang bagaimana interaksi satu sama lain dalam kehidupan berkelompok. Bagaimana bisa membangun kerjasama satu sama lain, saling berkoloborasi, serta paham akan esensi PNS dalam menjalankan fungsi lainnya, yaitu PNS sebagai pelayan publik, sebagaimana salah satu amanah dan' Reformasi Birokrasi.

"Kita telah memasuki era teknologi, era globalisasi, era digitalisasi. Era dimana tidak ada lagi yang bisa disembunyikan, tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. Semuanya tampak terjelaskan, transparan dan mudah di akses," jelasnya.

Oleh karena itu, mantan Wali Kota Pontianak meminta Aparatur harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi seperti ini. Para peserta juga diberikan pengetahuan dengan hal-hal yang bersifat “Kekinian”.

"Ini dimaksudkan agar Aparatur juga bisa mengikuti perkembangan dinamika kehidupan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang makin ke hari, semakin cepat berkembang," ingatnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved