Yayasan LSM Merah Putih Singkawang Siap Layani Rehabilitasi Narkoba

Yayasan LSM Merah Putih di Kota Singkawang sejak tahun 2007 hingga sekarang, telah merehabilitasi ratusan korban penyalahgunaan

Yayasan LSM Merah Putih Singkawang Siap Layani Rehabilitasi Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Ketua Rehabilitasi LSM Merah Putih Singkawang, Erki Chandra. 

Yayasan LSM Merah Putih Singkawang Siap Layani Rehabilitasi Narkoba

SINGKAWANG - Yayasan LSM Merah Putih di Kota Singkawang sejak tahun 2007 hingga sekarang, telah merehabilitasi ratusan korban penyalahgunaan Narkoba yang berasal dari Singkawang, Bengkayang, Sambas bahkan Pontianak.

"Ratusan korban penyalahgunaan Narkoba yang kita rehabilitasi meliputi 142 orang rawat inap dan 784 orang rawat jalan," kata Ketua Rehabilitasi LSM Merah Putih Singkawang, Erki Chandra, Rabu (17/7/2019).

Para pengguna yang dirawat, selain remaja dan orang tua, juga ada dari kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Sayangnya, untuk melakukan rehabilitasi pihaknya masih menemukan kendala di antaranya daya tampung yang belum memadai guna memenuhi permintaan masyarakat untuk menjalani rehabilitasi.

Saat ini daya tampung yang ada di Yayasan LSM Merah Putih hanya mampu menampung sebanyak 18 orang, namun yang di rawat saat ini ada sebanyak 20 orang.

Baca: Singkawang Masuk Jalur Gerhana Matahari Cincin 2019 di Kalimantan: Gerhana Matahari Terakhir di 2019

Baca: Wujudkan Pilkades Damai, Unit Intelkam Polsek Sejangkung Rangkul Tokoh Masyarakat

Baca: Relawan Pemadam Karhutla Sampaikan Keluhan, Pemda Siap Tindak Lanjuti

"Dengan sangat terpaksa permintaan rehabilitasi rawat inap tersebut pihaknya terima guna mengembalikan para korban agar bisa kembali ke prilaku normal," tuturnya.

Pembinaan yang diberikan kepada para korban penyalahgunaan Narkoba meliputi pembinaan psikologi dan spiritual.

Sehingga setiap harinya para korban juga diwajibkan melaksanakan salat lima waktu.

Untuk korban yang menjalani rawat inap, minimal 6-9 bulan berada di tempat rehabilitasi Narkoba.

Sedangkan korban yang menjalani rawat jalan minimal 3 bulan harus berkonsultasi ke LSM Merah Putih.

Mengingat tingginya keinginan masyarakat untuk merehabilitasi para korban penyalahgunaan Narkoba, maka sudah seharusnya Singkawang memiliki tempat rehabilitasi yang layak untuk menampung para korban.

"Ke depan saya sangat berharap agar Pemkot Singkawang bisa menyiapkan lahan untuk membangun tempat rehabilitasi para korban penyalahgunaan Narkoba," harapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved