TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Yuk Kenali Taman Wisata Alam Tanjung Belimbing

letak geografis kawasan ini terletak di antara 1º 47’00’’ - 1º 50’0’’ Lintang Utara dan 109º 31’ 00’’ - 109º 32’ 00” Bujur Timur

TRIBUNWIKI: Yuk Kenali Taman Wisata Alam Tanjung Belimbing
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Tukik bergerak ke arah laut sesaat setelah dilepaskan di Tanjung Belimbing. 

TRIBUNWIKI: Yuk Kenali Taman Wisata Alam Tanjung Belimbing 

SAMBAS - Kronologis Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Belimbing ditunjuk dan ditetapkan berdasarkan RTRWP Kalimantan Barat Tahun 1995 (Zonasi kawasan sebagai Taman Wisata Alam seluas 810,30 ha), SK Menhutbun RI No. 259/Kpts-II/2000 Tanggal 23 Agustus 2000 (Penunjukan sebagai Taman Wisata Alam seluas 810,30 ha).

Dilansir dari laman web resmi BKSDA Kalbar, letak geografis kawasan ini terletak di antara 1º 47’00’’ - 1º 50’0’’ Lintang Utara dan 109º 31’ 00’’ - 109º 32’ 00” Bujur Timur.  Berdasarkan wilayah administrasi kawasan ini termasuk ke dalam Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. 

Keadaan topografi secara umum adalah hamparan hutan pantai dan hutan mangrove yang relative datar dengan ketinggian tempat 0 – 5 meter dari permukaan laut. Hampir tidak dijumpai daerah yang tinggi pada kawasan ini, karena tipe hutan mangrove sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Baca: TRIBUNWIKI: Berikut Syarat Cairkan Dana JHT Untuk Fasilitas Kredit Perumahan

Baca: TRIBUNWIKI: Yuk Kenali Cagar Alam Mandor, Berikut Keunikannya!

Potensi Flora yang dominan terdiri dari hutan mangrove pada kawasan ini memiliki jenis-jenis penyusun antara lain Api-api (Avicenia spp), Tinjang (Rhizophora apiculata), Soneratia (Sonneratia alba), Nyirih (Xylocarpus granatum), dan Tancang (Bruguiera gymnorriza). Sedangkan untuk hutan pantai didominasi oleh Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), jenis Fauna yang dominan pada kawasan ini terdapat sekurangnya 31 jenis burung. 

Sedangkan menurut informasi masyarakat setempat jenis-jenis mamalia yang dapat ditemukan pada kawasan ini cukup banyak diantaranya adalah Bekantan (Nasalis larvatus) dan Beruang Madu (Herlactos malayanus) dan untuk jenis reptil yang baru tercatat ada 12 jenis diantaranya adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Ridel/Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Tuntong (Batagur basca), Buaya Sapit/Senyulong (Tomistoma schelegelii), dan Buaya Muara (Crocodilus porosus) serta Biawak (Varanus salvator).

Potensi Flora Pada kawasan taman wisata alam ini untuk hutan mangrove terdapat jenis-jenis penyusun antara lain Api-api (Avicenia spp), Tinjang (Rhizophora apiculata), Soneratia (Sonneratia alba), Nyirih (Xylocarpus granatum), dan Tancang (Bruguiera gymnorriza). Sedangkan untuk hutan pantai didominasi oleh Cemara Laut (Casuarina sp), jenis Fauna yang pernah dijumpai pada kawasan ini antara lain Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton morulus), Biawak (Veranus borneensis), dan Bekantan (Nasalis larvatus). Habitat dan Tipe ekosistem pada kawasan ini adalah tipe vegetasi hutan pantai, vegetasi hutan mangrove.

Baca: TRIBUNWIKI: Lima Kepala OPD Kayong Utara yang Baru, Siapa Saja Mereka?

Baca: KRONOLOGI Satpam BRI Ngabang Ditusuk, Aksi Rampok Gasak Uang di Kasir Terekam CCTV

Permasalahan yang ada pada kawasan ini adalah masih dijumpai pencurian telur penyu oleh anggota masyarakat, terdapat kebun masyarakat di dalam kawasan antara lain kelapa dan tanaman lainnya.

Upaya dan Tindak Lanjut yang telah dan akan dilakukan adalah melalui kegiatan pembentukan jarring informasi pengembangan wisata, kegiatan Masyarakat Peduli Konservasi.

Kegiatan budidaya ini perlu ditingkatkan terutama pengembangan saran dan prasarana yang konfrehensif, sehingga dapat memberikan percontohan upaya pelestarian jenis penyu di Kec. Paloh, Kab. Sambas dan dikembangkan menjadi pusat pendidikan konservasi, rekreasi dan pariwisata, serta pada bulan Februari 2014 dilakukan kegiatan Survey Populasi Bekantan pada Kawasan Esensial sekitar Kecamatan Paloh.
 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved