OJK Kalbar Sebut Kasus Penipuan Berkedok Travel Online Rugikan Masyarakat Sekaligus Perbankan

"Tapi sayang kebijakan ini mempermudah masyarakat kecil, tapi dimanfaatkan orang-orang yang tak bertanggung jawab," lugasnya.

OJK Kalbar Sebut Kasus Penipuan Berkedok Travel Online Rugikan Masyarakat Sekaligus Perbankan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Riezky F Purnomo 

OJK Kalbar Sebut Kasus Penipuan Berkedok Aplikasi Travel Online Buat Masyarakat Sekaligus Perbankan Jadi Korban

PONTIANAK - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riezky F Purnomo mengatakan, hingga saat ini masih ada sejumlah masyarakat yang mendatangi kantornya untuk melakukan pengecekan data. 

Hal itu ia sampaikan pada saat menghadiri konferensi pers yang digelar Polda Kalbar terkait teungkapnya dan tertangkap tersangka penipuan dengan modus mengatasnamakan Traveloka, di Mapolda Kalbar Rabu (17/7/2019).

Ia mengatakan, saat ini baik perbankan maupun perusahaan fintech sudah memiliki kebijakan peminjaman yang sangat mempermudah masyarakat. Di mana hanya dengan identitas diri dan foto Selfi, masyarakat sudah bisa melakukan transaksi pinjaman. 

 "Tapi sayang kebijakan ini mempermudah masyarakat kecil, tapi dimanfaatkan orang-orang yang tak bertanggung jawab," lugasnya. 

Baca: Kapolda Kalbar Ungkap Modus Penipuan Mengatasnamakan Traveloka, Tersangka Raup Rp 350 Juta

Baca: BREAKING NEWS - Raup Untung Fantastis, Tersangka Kasus Penipuan Mengatasnamakan Traveloka Ditangkap

Ia juga memastikan bahwa modus ini hanya terjadi di Kalbar saja.

Hal itu bisa dipastikan dia karena sudah berkoordinasi dengan kantor OJK pusat dan pihak perbankan dan perusahaan multifinance lainya di luar Kalbar. 

Bagaimana dengan nasib para korban yang harus menanggung tagihan dari bank atas peminjaman palsu tersebut.

Data koran yang sudah digunakan untuk modus tersebut juga dianggap kredit macet, dan datanya masuk sudah dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga terancam tidak bisa mengajukan pinjaman atau kredit ke bank mana pun.

Riezky kemudian menjelaskan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi lebih dulu ke pihak-pihak yang menyalurkan pinjaman ini. Pasalnya jika harus dibebaskan pinjaman ini, bukan hanya masyarakat saja yang dirugikan tapi pihak-pihak bank dan fintech ini juga. 

Halaman
12
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved