KPPBC Tipe Madya Pabean C Ketapang Diresmikan

Peresmian kantor tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Kakanwil Dirjen Bea dan Cukai Kalbar, Azhar Rasidi.

KPPBC Tipe Madya Pabean C Ketapang Diresmikan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Kakanwil Dirjen Bea Dan Cukai Kalbar, Azhar Rasidi didampingi Kepala Kantor Pengawasawan Bea dan Cukai Ketapang, Broto Setia Pribadi saat diwawancarai awak media usai acara peresmian KPPBC Tipe Madya Pabean C Ketapang. Rabu (17/07/2019). 

KPPBC Tipe Madya Pabean C Ketapang Diresmikan

KETAPANG - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Barat meresmikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Ketapang, Rabu (17/07/2019).

Peresmian kantor tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Kakanwil Dirjen Bea dan Cukai Kalbar, Azhar Rasidi.

Baca: Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian 4 Awak Tugboat Mega 09 Tenggelam di Pesaguan Ketapang

"Gedung baru milik kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ketapang yang barusan kita resmikan ini, dibangun sejak Mai hingga November 2018, dengan menelan anggaran berkisar Rp 5,9 miliar dari dana Dipa APBN 2018," ungkap Kakanwil Dirjen Bea Dan Cukai Kalbar, Azhar Rasidi didampingi Kepala Kantor Pengawasawan Bea dan Cukai Ketapang, Broto Setia Pribadi kepada awak media usai acara peresmian.
‎‎
Sementara itu, Kepala Bea dan Cukai Pabean C Ketapang, Broto Setia Pribadi berharap dengan telah diresmikannya gedung baru serta sarana dan prasarananya, petugas Bea Cukai Ketapang dapat meningkatkan dalam menjalankan tugas sehingga mendongkrak kinerja dan prestasi.

Baca: Bea Cukai Ketapang Musnahkan Ribuan Bungkus Rokok dan Ratusan Botol Minol Ilegal

Baca: Ketahuan Hendak Mencuri, Pemuda di Manis Mata Ketapang Pukul Seorang Guru Garis Depan

Selanjutnya, dalam kesempatan itu Broto ‎menegaskan kepada pelaku usaha harus mematuhi pajak dan kepabeanan.

"Masyarakat kita imbau agar segera melapor ke kita jika ditemukan barang-barang ilegal. Sebab hingga kini penerimaan yang bersumber dari kepabeanan dan cukai menjadi salah satu penerimaan terbesar bagi negara," pungkasnya. 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved