Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat Korban Penipuan Berkedok Traveloka Segara Melapor

Irjen Didi mengungkapkan, kasus penipuan bermodus pengumpulan point Traveloka ini kasus yang unik.

Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat Korban Penipuan Berkedok Traveloka Segara Melapor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono memimpin konferensi pers penipuan berkedok Poin Traveloka, Rabu (17/07/2019) 

Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat yang Merasa Menjadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Traveloka, Segara Lapor ke Kepolisian

PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, kepolisian bersama OJK Kalbar akan melakukan tindakan-tindakan berikutnya untuk memastikan keselamatan nasib korban penipuan di database perbankan.

"Bagi masyarakat yang merasa jadi korban, kami harap segera melapor, agar kami bisa melakukan tindakan berikutnya untuk menyelamatkan dananya," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019).

Ia juga mengatakan, tersangka penipuan mengatasnamakan Traveloka, berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 350 Juta, dan digunakan untuk berfoya-foya dan berlibur ke Bali.

Baca: Pengakuan Korban Penipuan Berkedok Traveloka di Pontianak, Ungkap Modus Pelaku

Baca: OJK Kalbar Sebut Kasus Penipuan Berkedok Travel Online Rugikan Masyarakat Sekaligus Perbankan

"Ini sisa uang hasil menipu sisa Rp. 1.250.000, sebagian digunakan untuk berfoya-foya. Dan yang lainnya akan terus kita telusuri kemana uang tersebut," katanya.

Irjen Didi mengungkapkan, kasus penipuan bermodus pengumpulan point Traveloka ini kasus yang unik.

Artinya, di Kalbar sendiri modus ini baru satu-satunya digunakan oleh tersangka dengan kemampuan dan pemahaman di bidang teknologi dengan kerugian yang cukup besar.

Adapun identitas pelaku adalah Rusdi Hardanto (36).

Baca: Kapolda Kalbar Ungkap Modus Penipuan Mengatasnamakan Traveloka, Tersangka Raup Rp 350 Juta

Baca: Tangkap Tersangka Penipuan, Ini Imbauan Kapolda Kalbar pada Masyarakat

Jika dilihat dari keterangan yang disampaikan oleh Didi, pelaku sendiri memiliki dua kartu identitas atau E-KTP, yakni warga kelurahan Meliau Hilir, kecamatan Meliau dan warga jalan Budi Utomo, kelurahan Siantan Hilir, kecamatan Pontianak Utara.

Namun, bermukim di jalan Tanjung Raya II, kelurahan Banjar Serasan, kecamatan Pontianak Timur. Pelaku sendiri berhasil ditangkap oleh kepolisian pada Jumat (12/7/2019) di kota Pontianak.

Didi mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama warga kota Pontianak yang merasa pernah memberikan identitas diri seperti halnya kasus ini untuk segera mengecek ke OJK Kalbar terkait tagihan peminjaman, dan segera melaporkan ke pihaknya.

Karena dengan informasi tersebut akan digunakan sebagai tindak lanjut terkait dengan informasi dana-dana yang telah masuk dalam tagihan di bank dan perusahaan multifinance.

"Ini lah yang perlu kita percepat proses penyidikan dan penyelidikan," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved