Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu, 30 Pasangan Suami Istri di Mempawah Diberi Buku Nikah Baru

Sidang isbat diperuntukkan tidak hanya bagi pasangan yang menikah di bawah tangan alias nikan siri, tapi juga bagi mereka yang sudah menikah

Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu, 30 Pasangan Suami Istri di Mempawah Diberi Buku Nikah Baru
ISTIMEWA
30 pasangan suami istri di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh mengikuti sidang isbat nikah terpadu, Rabu (17/7/2019). 

Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu, 30 Pasangan Suami Istri di Mempawah Diberi Buku Nikah Baru

MEMPAWAH - Sebanyak 30 pasang suami istri mengikuti sidang isbat nikah terpadu yang diselenggarakan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Mempawah, dan Pemerintah Daerah (Pemda) di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (17/7/2019).

Wakil Ketua Pengadilan Agama, Drs H Mahdi menjelaskan progrma isbat nikah terpadu yang digelar, sesuai dengan amanat dari surat keputusan Mahkamah Agung nomor 15 tahun 2017.

Sidang isbat diperuntukkan tidak hanya bagi pasangan yang menikah di bawah tangan alias nikan siri, tapi juga bagi mereka yang sudah menikah namun buku nikahnya hilang, rusak dan lain sebagainya.

Baca: Wakil Bupati Mempawah: Selain Sosialisasi, Tindakan Tegas Kepada Pembakar Lahan Juga Ditegakkan

Baca: Sejak Januari 34 Titik Kebakaran Terjadi di Mempawah, BPBD Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla

"Bagi pasangan suami istri yang sudah menikah tapi buku nikahnya hilang atau rusak, dapat langsung datang ke kantor Pengadilan Agama Mempawah, dan langsung kita adakan isbat nikah, jadi tidak hanya bagi yang nikah bawah tangan," paparnya.

Hadir juga dalam sidang isbat nikah terpadu itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menjelaskan, bahwa mereka yang menjadi peserta isbat nikah adalah mereka yang sudah menikah namun tidak tercatat di instansi pemerintah terkait karena beberapa faktor.

"Sebenarnya mereka yang menjadi peserta sidang isbat nikah ini adalah mereka yang sudah menikah, tapi karena kurangnya pengetahuan dan informasi sehingga mereka belum memiliki buku nikah," ujarnya.

Baca: Peringatan Dini! BMKG Pantau 26 Titik Panas di Kalbar, Kabupaten Mempawah Terbanyak

Baca: BREAKING NEWS - Hasil Visum Mayat Wanita Tanpa Busana di Sawah Mempawah, Diduga Korban Pembunuhan!

Muhammad Pagi menjelaskan, Pemeda sudah menganggarkan melalui APBD untuk program isbat nikah, tujuannya agar masyarakat memiliki buku nikah.

"Dengan demikian, administrasi kependudukan mereka legal, dan lebih mudah bagi mereka mengurus keperluan administrasi, dan untuk 2020 mendatang, insyaallah kami memprogramkan isbat nikah secara gratis oleh Pemda," ungkapnya.

Setelah program tersebut dianggarkan kata dia, selanjutnya diperlukan adanya pendataan yang akurat di tingkat Kecamatan sampai Desa agar program yang di canangkan tepat sasaran.

"Target kami di Pemda, selama lima tahun kedepan akan menyelesaikan permasalahan administrasi pernikahan yang dialami masyarakat secara bertahap, sehingga seluruh pasangan suami istri memiliki buku nikah," pungkasnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved