Gubernur Sutarmidji Apresiasi Penggunaan Busana Adat di upacara HUT Kabupaten Kubu Raya ke 12

Ia juga berharap sinergritas antara Kubu Raya sebagai penyanggah pertama untuk ibukota provinsi terus di tingkatan

Gubernur Sutarmidji Apresiasi Penggunaan Busana Adat di upacara HUT Kabupaten Kubu Raya ke 12
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat memberikan sambutan pada upacara HUT ke 12 Kabupaten Kubu Raya 

Gubernur Sutarmidji Apresiasi Penggunaan Busana Adat di upacara HUT Kabupaten Kubu Raya ke 12

KUBU RAYA - Dilangsungkan dengan menggunakan busana adat, Upacara Bendera Memperingati HUT ke 12 Kabupaten Kubu Raya diapresiasi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Digelar di halaman kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (17/7/2019).

Dipimpin langsung oleh orang nomor 1 di Kalimantan Barat, Upacara Bendera Memperingati HUT ke 12 Kabupaten Kubu Raya itu berjalan lancar.

Sutarmidji dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan digunakan busana adat ini menunjukkan bahwa masyarakat di kabupaten Kubu Raya, menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman budaya yang ada.

Baca: HUT Kubu Raya ke 12 Diharapkan Jadi Awal Jalan Kemajuan Produk UMKM Milik Masyarakat

Baca: Pemkab Kubu Raya Ucapkan Dirgahayu ke - 61 Kodam XII/Tanjungpura

"Saya apresiasi hari ini upacara bendera menggunakan busana adat, dan ini satu hal yang langka ini menunjukkan bahwa kita sangat menghargai dan tetap berada dalam satu tekat untuk menjaga NKRI yang penuh dengan keberagaman," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Kubu Raya, yang mampu mengelola wilayah yang heterogen.

Tetap menjaga stabilitas yang ada di dalam keberagaman suku dan budaya yang ada.

Baca: BMKG Pantau 22 Titik Panas Hari ini di Kalbar, Sepuluh Titik di Kubu Raya

Ia juga berharap sinergritas antara Kubu Raya sebagai penyanggah pertama untuk ibukota provinsi terus di tingkatan, kerjasama Kubu Raya dengan Kota Pontianak juga ditingkatkan.

"Tidak mudah untuk mengelola negara atau daerah yang sangat heterogen. Banyak daerah, banyak negara, kabupaten, kota, provinsi yang homogen. Artinya hanya dominan satu etnis, kadang bisa sampai 95%. Tetapi kita berbagai ragam, berbagai corak, semuanya ada di sini," ujarnya. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved