VIDEO: Penjelasan Wakil Rektor IAIN Pontianak Terkait Kenaikan Biaya UKT

Wakil Rektor IAIN Pontianak Firdaus Achmad mengatakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Di IAIN Pontianak ini juga hanya diterapkan

VIDEO: Penjelasan Wakil Rektor IAIN Pontianak Terkait Kenaikan Biaya UKT

PONTIANAK - Wakil Rektor IAIN Pontianak Firdaus Achmad mengatakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Di IAIN Pontianak ini juga hanya diterapkan untuk para mahasiswa baru.

Penetapan UKT ini tidaklah tiba-tiba akan tetapi berdasarkan hasil kajian berdasarkan kebutuhan pengelolaan pembelajaran dari masing-masing program studi.

Ia mengatakan karena IAIN Pontianak saat ini dalam proses pengembangan pembangunan yang pasti menuntut pembiayaan yang besar maka dilakukan kajian sedemikian rupa sehingga bisa mendukung semua program yang telah dirancang.

"Konsekuensi adalah meningkatkannya biaya UKT," ucapnya.

Baca: Pengenalan Semboyan Sekami di Stasi Lenggot dan Jering Paroki Pahauman

Baca: TRIBUNWIKI: Mau Berburu Buku Murah, Yuk ke Singkawang Book Fair 2019

Baca: VIDEO: Hadir di Keraton Sambas, Ini Ajakan Kapolda Kalbar

Namun menurutnya jika dibandingkan antara UKT yang ada di IAIN Pontianak dan di perguruan tinggi lain masih terhitung rendah. Sebagai contoh biaya UKT 3 dan 4 di IAIN Pontianak sekitar Rp 3,2 juta. Jika dibandingkan dengan Untan nilai yang sama masih masuk UKT 2.

Perhitungan UKT menurutnya juga tidak akan memberatkan orang tua. Karena pembayaran UKT tidak setiap bulan melainkan enam bulan sekali.

"Saya malah baru dengar jika UKT di IAIN Pontianak termahal, sebab beberapa waktu lalu disebuah pertemuan justru UKT IAIN Pontianak termurah," jelasnya.

Kondisi saat ini juga menjadi pertimbangan, berbagai biaya kebutuhan lumayan besar. Sementara pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kepentingan pembiayaan. Sebagai konsekuensi kondisi tersebut adalah menaikkan UKT.

"Biaya dari UKT akan di fokuskan pada pengelolaan kampus," tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan kondisi internal IAIN Pontianak saat ini yang kekurangan tenaga pengajar juga menjadi persoalan. Kondisi perimbangan antara dosen dan mahasiswa juga sangat rendah. Hal tersebut juga menjadi alasan akreditasi IAIN masih di posisi B.

"Setiap pengajuan penerimaan dosen hanya mendapatkan lima puluh persen dari jumlah yang diajukan. Hal itu menuntut kampus IAIN Pontianak untuk menggunakan tenaga dosen non PNS. Dosen non PNS tersebut akan dibiayai melalui dana UKT," ujarnya.

Pembangunan fasilitas juga menjadi faktor penting dalam menaikkan UKT. IAIN Pontianak saat ini tengah menuju kampus yang menggunakan classroom digital.

"Jika mahasiswa ingin mendapatkan UKT satu dengan biaya 400 ribu rupiah, dengan syarat melampirkan penghasilan orang tua, rekening listrik , air dan syarat lainnya," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved