Usai Bunuh Pacar, AC Berbaring Dekat Jenazah Mau Bunuh Diri

AC menuturkan, bersama LLT telah menjalin asmara sejak 5 tahun silam, bahkan ia telah memilki seorang anak namun meninggal

Usai Bunuh Pacar, AC Berbaring Dekat Jenazah Mau Bunuh Diri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Tersangka AC saat dihadirkan di Mapolresta Singkawang bersama barang bukti berupa ramput kekasihnya dan kain yang digunakannya untuk menghabisi nyawa LLT. Selasa (16/7/2019). Tribun Pontianak Ferryanto. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dari catatan petugas, korban berinisial LLT (26) merupakan ibu dua anak asal Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang. Ia korban pembunuhan yang dilakukan AC atau R, pacarnya sendiri.

AC mengatakan usai dibunuh, ia sempat berbaring didekat mayat kekasihnya itu dan berniat bunuh diri.

AC menuturkan, bersama LLT telah menjalin asmara sejak 5 tahun silam, bahkan ia telah memilki seorang anak namun meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

Dengan tertunduk lesu AC mengaku masih sangat mencintai sang kekasih. Ia menyesal atas perbuatannya karena tak memiliki niat membunuh kekasihnya itu. Namun, karena emosi ia nekat membunuh sang kekasih.

"Saat itu kami bertengkar mulut. Dia emosi juga, dia bilang mau kemasin barang mau pergi dan dak mau sama saya lagi. Dia jijik sama saya katanya. Saya mau peluk dia dari belakang, tapi dia berontak kukunya kena muka saya," ungkapnya.

Baca: Misteri Jasad Membusuk Dalam Kos Terungkap, Ternyata Pembunuhan Bermotif Cemburu

Baca: Optimistis Lulus Jalur Mandiri Untan, 9.715 Peserta Berebut 1.650 Kursi

Baca: Wako Imbau Warga Jaga Kebersihan, Laporkan Kalau Ada Warga ‘Nyampah’ Sembarangan

Merasa perih terkena cakaran di wajah, AC naik pitam dan gelap mata langsung mengambil kain di kasur dan meilitkannya ke kepala korban dan menghempaskannya ke lantai hingga kepala korban terbentur dengan keras. "Ia berteriak, saya ketakutan, tangan kiri saya tutup mulutnya lalu ia saya injak hingga mati," katanya.

Saat korban meninggal, AC mengaku sempat berbaring di samping mayat korban, dan ingin mengakhiri hidupnya, namun ia mengurungkan hal tersebut.

"Sesudah dia meninggal saya letakulan dan saya sempat baring sama korban, saya menyesal, saya bingung mau kemana. Saya kepikiran mau gantung diri dikos itu, tapi Ndak jadi lalu saya kunci kos itu lalu saya pergi kerumah kawan saya,"ungkapnya.

Setelah itu, iapun langsung melarikan diri ke Jakarta, dan dalam pelariannya selama beberapa hari tersebut, ia mengungkapkan selalu di hantui rasa bersalah, dan tak pernah tenang dalam istirahat siang dan malamnya.

Misteri penemuan mayat perempuan yang telah membusuk di Gg Cisadane Singkawang akhirnya terkuak. Mayat tersebut ternyata merupakan korban pembunuhan yang dilakukan pacarnya sendiri, berinisial R alias AC.

Diketahui ternyata korban, LLT dibunuh oleh AC pada 7 Juli 2019 sekira pukul 12.00 siang, dan pada 11 Juli 2019 pukul 08.00, mayat korban ditemukan warga setempat karena aroma busuk keluar dari kamar korban.

Penulis: Ferryanto
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved