Tergerus Teknologi, Bank Sibuk Tutup Kantor Cabang

dulu trennya mungkin sibuk buka kantor, sekarang trennya bank-bank sibuk menutup kantor. Saat ini 80% transaksi perbankan sudah menggunakan ponsel

Tergerus Teknologi, Bank Sibuk Tutup Kantor Cabang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
ILUSTRASI-Nasabah bertransaksi di BNI cabang Pontianak 

Tergerus Teknologi, Bank Sibuk Tutup Kantor Cabang

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital mengharuskan bank-bank melakukan perubahan besar dalam berbagai hal, termasuk operasinya. Di era digital, nasabah bertransaksi tak lagi mendatangi langsung kantor melainkan dalam genggaman.

Presiden Direktur Bank OCBS NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, digitalisasi perbankan membuat berbagai hal menjadi terbalik. "Di masa yang lalu kalau kita bicara perbankan itu melalui cabang, sekarang sudah sangat berbalik," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (15/7).

Kata dia, dulu trennya mungkin sibuk buka kantor, sekarang trennya bank-bank sibuk menutup kantor. Saat ini kata dia, 80% transaksi perbankan sudah menggunakan ponsel. Bahkan ke depan kata dia, investasi juga akan mengalami hal yang sama.

Perubahan itu membuat peran kantor cabang bank juga ikut berubah menyesuikan diri, terutama dalam urusan berinteraksi dengan para nasabah. Dulu, ucapnya, petugas di kantor cabang menyambut nasabah yang akan melalukan transaksi secara tunai.

"Sekarang transaksi tunai itu sangatlah berubah ya, petugas kami lebih banyak membantu nasabah terkait akses digital ini," kata Parwati.

Baca: Mau Nonton Blibli Indonesia Open 2019, Buruan Download BlibliPlay di Playstore

Baca: 5 Visi Jokowi, Satu Diantaranya Pangkas Hambatan Investasi dan Berantas Pungli

Baca: Suku Bunga Belum Dipangkas, IHSG Berpeluang Menguat Pekan Depan

Saat ditanya apakah digitalisasi layanan keuangan akan berdampak kepada pengurangan karyawan, Parwati mengatakan tidak selalu seperti itu Ia menuturkan jumlah karyawannya memang mengalami penurunan setiap tahun.

Namun OCBC NISP juga tetap merekrut ratusan karyawan baru setiap tahunnya. Ke depan kata dia, karyawan yang keluar tidak perlu harus digantikan oleh karyawan baru. Namun seiring digitalisasi, perannya bisa digantikan oleh karyawan lainnya.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute Sukarela Batunanggar sempat mengatakan bahwa ada sekitar 1.000 kantor cabang tutup dalam 3 tahun terakhir.

Penutupan kantor cabang itu dilakukan lantaran perkembangan digitalisasi layanan perbankan sehingga nasabah tidak perlu banyak datang ke kantor cabang karena transaksi banyak dilakukan secara digital.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dulu Bank-bank Sibuk Buka Cabang, Sekarang Sibuk Menutupnya", 

Editor: Maskartini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved