Sampah Kota Capai 400 Ton Per Hari, DLH Ajak Kolaborasi Warga

Selama dua tahun terakhir, Pemkot Pontianak telah menerima 27 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang merupakan aspirasi.

Sampah Kota Capai 400 Ton Per Hari, DLH Ajak Kolaborasi Warga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Pontianak, Tinorma Butar Butar (dua dari kanan) saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Penyuluhan dan sosialisasi peraturan persampahan dan Perundang-undangan Lingkungan Hidup yang digelar DLH kota Pontianak berkolaborasi dengan aplikasi Angkuts di Aula kantor lurah Sungai Beliung, Jalan Atot Ahmad, Kecamatan Pontianak Barat, beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar menyatakan, saat ini produksi atau volume sampah di Kota Pontianak mencapai 350-400 ton per hari, sehingga perlu kepedulian semua pihak dalam menanganinya.

"Penanganan sampah di kota ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi perlu kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya," katanya, belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa tanpa dukungan dan kerja sama semua pihak maka akan sulit dalam menyelesaikan masalah sampah.

Ia menambahkan, dalam menangani masalah sampah yang ada di Kota Pontianak, pihaknya sudah beberapa kali mendapat bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah dari pemerintah pusat melalui aspirasi yang disampaikan oleh wakil rakyat daerah pemilihan Kalbar.

Selama dua tahun terakhir, Pemkot Pontianak telah menerima 27 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang merupakan aspirasi, di antaranya tahun 2017 Pontianak mendapat 10 unit dan tahun 2018 dua unit dari anggota Komisi VII DPR RI.

Tinorma menambahkan, dalam penanganan sampah pihaknya juga terus membangun bank sampah, yang kini jumlahnya sudah sebanyak 11 bank sampah yang tersebar diseluruh Kota Pontianak.

"Kehadiran bank sampah tersebut kami harapkan mampu memberikan solusi terhadap pengelolaan sampah karena pemberdayaan sampah oleh masyarakat yang bisa dijadikan barang bernilai ekonomis," katanya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved