Presentasi KIPP Hari ke-10 KemenPANRB, Edi Kamtono Kenalkan Inovasi Cegah Diabetes

Sebanyak 10 inovator mempresentasikan terobosannya dihadapan Tim Panel Independen dalam sesi wawancara Top 99 Kompetisi

Presentasi KIPP Hari ke-10 KemenPANRB, Edi Kamtono Kenalkan Inovasi Cegah Diabetes
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sesi presentasi dan wawancara KIPP 2019, DI Kantor Kementerian PANRB, Senin (15/07/2019). 

Presentasi KIPP Hari ke-10 KemenPANRB, Edi Kamtono Kenalkan Inovasi Cegah Diabetes

PONTIANAK – Sebanyak 10 inovator mempresentasikan terobosannya dihadapan Tim Panel Independen dalam sesi wawancara Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019.

Pada hari ke-10 penyelenggaraannya, inovasi bidang kesehatan serta sektor pertanian mewarnai, disamping munculnya inovasi pada bidang pajak pendapatan daerah, administrasi kependudukan, serta pemberdayaan masyarakat.

Para inovator yang tampil berasal dari Pemerintah Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Utara, Kota Denpasar, Kota Pontianak, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Presentasi diawali oleh inovasi Geladak Kancil Jawara dari Pemkab Bondowoso yang dibawakan oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin.

Baca: Polisi Tangkap Terduga Pengedar Narkoba Saat Terlelap di Rumah Warga

Baca: HUT ke-51, BPJS Kesehatan Gelar Kompetisi Hackathon

Baca: BREAKING NEWS - Mempawah HEBOH, Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Sawah

Disampaikan bahwa Geladak Kancil Jawara merupakan gerakan para jawara sebagai penggerak utama menyadarkan kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak sekaligus menjaring anak kembali ke sekolah. Selain itu, SMPN 2 Pakem memfasilitasi kebutuhan sekolah berupa seragam, sepatu, dan mobil antar jemput secara gratis.

Jawara merupakan tokoh yang memiliki pengaruh kuat di desa, para Jawara kemudian diajak bersama untuk menyelesaikan masalah pendidikan anak kawasan terpencil.

“Gladak Kancil Jawara bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan prima pada pendidikan anak-anak di kawasan terpencil. Para tokoh masyarakat atau Jawara yang berjumlah 15 orang mengajak anak untuk kembali ke sekolah dan menyadarkan orang tua peduli terhadap pendidikan anak. Gerakan ini dilaksanakan karena banyak anak putus sekolah setelah lulus SD,” katanya pada sesi presentasi dan wawancara KIPP 2019, DI Kantor Kementerian PANRB, Senin (15/07/2019) sesuai rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id.

Kemudian dari UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dengan inovasi Cari Penderita Hipertensi Bersama Tukang Parkir dan Tukang Karcis Pasar Legi (Grebek Pasar Legi).

Pada presentasi yang disampaikanBupati Gresik Sambari Halim, dijelaskan bahwa Gerebek pasar Legi merupakan inovasi dari program penanggulangan penyakit tidak menular di puskesmas Bungah.

Halaman
1234
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved