Temuan Mayat

Pengakuan TSK Pembunuh Wanita Indekos di Singkawang! Pelukan, Cakar dan Tak Tenang Selama Pelarian

Penemuan mayat wanita di Gang Cisadane Singkawang pada tanggal 11 Juli 2019 akhirnya terungkap.

Pengakuan TSK Pembunuh Wanita Indekos di Singkawang! Pelukan, Cakar dan Tak Tenang Selama Pelarian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Tersangka AC saat dihadirkan di Mapolresta Singkawang bersama barang bukti berupa ramput kekasihnya dan kain yang digunakannya untuk menghabisi nyawa LLT. Selasa (16/7/2019). Tribun Pontianak Ferryanto. 

Pengakuan TSK Pembunuh Wanita Indekos di Singkawang! Pelukan, Cakar dan Tak Tenang Selama Pelarian

SINGKAWANG - Penemuan mayat wanita di Gang Cisadane Singkawang pada tanggal 11 Juli 2019 akhirnya terungkap.

Ternyata korban yang berinisial LLT (26) merupakan ibu 2 anak asal Sungai Duri Kabupaten Bengkayang jadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri berinisial R alias AC.

AC mengatakan bahwa ia bersama LLT telah menjalin asmara sejak 5 tahun silam, bahkan pelaku telah memilki seorang anak dengan pelaku, namun anak tersebut meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

Dengan tertunduk lesu AC mengaku masih sangat mencintai sang kekasih, ia mengungkapkan bahwa dirinya menyesal atas perbuatannya, dan ia tak memiliki niat sama sekali untuk membunuh kekasihnya itu.

Baca: HASIL Liga 1 2019 Tira Persikabo Vs Persija Terjadi Hujan Gol, Skor Babak Pertama Berakhir (3-2)

Baca: VIDEO: Suasana Donor Darah PMI Sanggau di PT ICA Tayan Hilir

Baca: Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pemukulan Suster Agnes

Namun, karena emosi dan gelap mata, ia nekat membunuh sang kekasih.

Ia menceritakan, bahwa awalnya ia dengan sang kekasih bertengkar mulut, dan iapun berusaha menenangkan korban dengan cara ingin memeluk korban dari belakang.

Namun, korban yang kesal dan emosi karena terbakar api cemburu menuduh pelaku telah berselingkuh sehingga menepiskan tangan pelaku, lalu kuku korban mengenai wajah pelaku.

"Saat itu kami bertengkar mulut, dia emosi juga, dia bilang mau kemasin barang dia mau pergi dan dak mau sama saya lagi, dia jijik sama saya katanya, Disaat itu saya mau peluk dia dari belakang, tapi dia berontak dia bilang aku sudah jijik sama kamu, aku mau pisah, aku gak mau dia pergi, mungkin dia gak sengaja dia mau lepasin pelukan saya, lalu kukunya kena muka saya,,"ungkapnya.

Merasa perih terkena cakaran korban di wajah, pelaku naik pitam dan gelap mata langsung mengambil kain di kasur dan meilitkan kain tersebut ke kepala korban, lalu menghempaskan korban ke lantai dan akhirnya kepala korban terbentur ke lantai dengan keras.

"saya langsung emosi, langsung saya ambil kain dari tempat tidur lalu saya lilitkan kebelakang nya dia lalu saya banting ke lantai, kepalanya kena lantai. Lalu korban berteriak, saya ketakutan, tangan kiri saya tutup mulut korban, lalu kaki saya injak yang ujungnya sampai dia mati,"katanya.

Saat korban telah meninggal, AC mengaku sempat berbaring di samping mayat korban, dan ingin mengakhiri hidupnya, namun ia mengurungkan hal tersebut.

"Sesudah dia meninggal saya letakulan dan saya sempat baring sama korban, saya menyesal, saya bingung mau kemana. Saya kepikiran mau gantung diri dikos itu, tapi Ndak jadi lalu saya kunci kos itu lalu saya pergi kerumah kawan saya,"ungkapnya.

Setelah itu, iapun langsung melarikan diri ke Jakarta, dan dalam pelariannya selama beberapa hari tersebut, ia mengungkapkan selalu di hantui rasa bersalah, dan tak pernah tenang dalam istirahat siang dan malamnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved