Memecahkan Problem Arah Kiblat dengan Memanfaatkan Fenomena Bayangan Matahari

Menteri Agama menyatakan bahwa kesalahan penentuan arah kiblat yang banyak terjadi di Indonesia, pembetulannya tidak harus membongkar masjidnya

Memecahkan Problem Arah Kiblat dengan Memanfaatkan Fenomena Bayangan Matahari
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dahlia Haliah Ma'u (Dosen Prodi Hukum Keluarga-Ahwal Syakhshiyyah, Fakultas Syari’ah IAIN Pontianak) 

Memecahkan Problem Arah Kiblat dengan Memanfaatkan Fenomena Bayangan Matahari 

Citizen Reporter Dosen Prodi Hukum Keluarga-Ahwal Syakhshiyyah, Fakultas Syari’ah IAIN Pontianak, Dahlia Haliah Ma'u

PONTIANAK - Beberapa tahun yang lalu, sebagian umat Islam Indonesia merasa resah dengan pemberitaan media elektronik dan cetak yang menginformasikan arah kiblat bergeser akibat pergeseran lempeng.

Kemudian, bertambah resah lagi dengan adanya hasil riset beberapa masjid di Indonesia yang salah arah kiblatnya.

Menyikapi persoalan ini, Menteri Agama menyatakan bahwa kesalahan penentuan arah kiblat yang banyak terjadi di Indonesia, pembetulannya tidak harus membongkar masjidnya, tapi cukup merubah posisi shaf dan arah kiblatnya.

Menurut penulis ini merupakan solusi yang tepat, sehingga memudahkan umat Islam.

Pada dasarnya, kesalahan arah kiblat berimplikasi pada sah tidaknya salat seseorang. Karena, ulama telah sepakat bahwa menghadap kiblat merupakan syarat sahnya salat (sebagaimana petunjuk QS.2: 144, 149, 150, dan hadis Nabi Saw).

Kiblat yang dimaksud adalah arah ke Ka'bah di Mekah. Berdasarkan ilmu hisab, arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati Ka'bah (Mekah) dengan tempat (kota) yang bersangkutan. Sebenarnya terdapat banyak sistem penentuan arah kiblat. Tapi, terdapat satu cara yang mudah, sederhana, ringan, dan memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, yaitu berdasarkan bayang-bayang sebuah tiang atau tongkat menuju arah kiblat dengan bantuan sinar matahari. Konsep inilah yang kemudian dikenal dengan term "yaum rashd al-qiblah".

Baca: TRIBUNWIKI: Cari Soto Ayam Betawi, Yuk Cobain Soto Ayam Khas Unique Cafe

Baca: Lafadz Niat Solat Gerhana Bulan, Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan dan Doa Sholat Khusuf

Baca: VIDEO: Mayat Wanita Ditemukan Tanpa Busana di Sawah Anjongan, Diduga Korban Pembunuhan

Yaum rashd al-qiblah adalah suatu hari yang digunakan untuk menetapkan, meluruskan, atau melakukan pengecekan kembali arah kiblat suatu tempat (masjid, mushalla, surau, lapangan yang sering di pakai salat Id, rumah, kantor dll). Karena pada hari tersebut, posisi matahari mendekati persis pada titik zenit Ka'bah atau matahari mendekati persis di atas Ka'bah.

Posisi matahari mendekati persis di atas Ka'bah akan terjadi ketika lintang Ka'bah sama dengan deklinasi matahari. Dengan demikian, arah jatuhnya bayangan benda yang terkena cahaya matahari itu adalah arah kiblat.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved