Gerhana Bulan

Lafadz Niat Solat Gerhana Bulan, Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan dan Doa Sholat Khusuf

Lafadz Niat Solat Gerhana Bulan, Tata Cara Pelaksanaan dan Doa Sholat Khusuf.........

Lafadz Niat Solat Gerhana Bulan, Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan dan Doa Sholat Khusuf
Tribunnews
Lafadz Niat Solat Gerhana Bulan, Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan dan Doa Sholat Khusuf 

Sholat Gerhana Bulan (juga Matahari) hukumnya adalah sunnah muakkad. 

Dasar pelaksanaan Shalat Sunnah Gerhana bersumber dari hadits yang disampaikan istri Nabu Muhammad SAW, 'Aisyah.

Melansir Suara Muhammadiyah, dalam hadits tersebut, ‘Aisyah mengatakan, pernah terjadi gerhana matahari lalu Rasulullah saw memerintahkan seseorang menyerukan ash-shalata jami‘ah.

Kemudian orang-orang berkumpul, lalu Rasulullah saw shalat mengimami mereka.

Beliau bertakbir, kemudian membaca tasyahhud, kemudian mengucapkan salam.

Baca: Gerhana Bulan 2019 Jadi yang Terakhir, Ini Waktu Gerhana Bulan Selanjutnya Terlihat di Indonesia

Baca: Ustadz Abdul Somad Cerita Gerhana Bulan di Zaman Nabi Muhammad SAW dan Amalan yang Dianjurkan

Sesudah itu beliau berdiri di hadapan jamaah, lalu bertahmid dan memuji Allah, kemudian berkata:

"Sesungguhnya Matahari dan Bulan tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah. Maka apabila yang mana pun atau salah satunya mengalami gerhana, maka segeralah kembali kepada Allah dengan zikir melalui shalat," (HR. an-Nasai).

Pada riwayat lain, ‘Aisyah berkata, pernah terjadi gerhana matahari pada masa hidup Nabi saw.

Lalu beliau keluar ke mesjid, kemudian berdiri dan bertakbir dan orang banyak berdiri bershaf-shaf di belakang beliau.

Rasulullah saw membaca (al-Fatihah dan surat) yang panjang, kemudian bertakbir, lalu rukuk yang lama, kemudian mengangkat kepalanya sambil mengucapkan sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd, lalu berdiri lurus dan membaca (al-Fatihah dan surat) yang panjang, tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian bertakbir lalu rukuk yang lama, namun lebih pendek dari rukuk pertama, kemudian mengucapkan sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd, kemudian beliau sujud.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved